PM Israel Benjamin Netanyahu (kiri) dan Presiden AS Donald Trump.(X)
PEMERINTAH Indonesia mengecam keras tindakan Israel terhadap para relawan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 nan ditangkap saat berlayar menuju Jalur Gaza. Indonesia menegaskan perlakuan terhadap para aktivis tersebut tidak manusiawi dan bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan internasional.
Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri RI nan dirilis pada Kamis (21/5), Indonesia menegaskan sikapnya. “Indonesia mengutuk tindakan nan tidak manusiawi terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 nan dilakukan oleh Israel. Tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri RI.
Kecaman itu muncul setelah beredarnya rekaman penahanan para aktivis flotilla oleh abdi negara Israel. Dalam video nan viral di media sosial, sejumlah relawan terlihat dipaksa bertimpuh dengan tangan terikat di belakang tubuh mereka.
Rekaman itu diunggah Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir. Seorang wanita nan berteriak Free Palestine juga dipaksa petugas hingga jatuh ke lantai. Ben-Gvir apalagi mengejek para tahanan sembari berdiri membawa bendera Israel.
“Indonesia kembali menekankan bahwa tindakan militer Israel terhadap armada Global Sumud Flotilla dan relawan nan tergabung di dalamnya adalah pelanggaran nyata terhadap norma internasional,” lanjut pernyataan Kemenlu RI.
Pemerintah Indonesia memastikan upaya diplomatik terus dilakukan untuk membebaskan seluruh penduduk negara Indonesia nan ikut dalam misi tersebut. Sejak awal keberangkatan armada, Kemlu RI berbareng sejumlah perwakilan Indonesia di luar negeri melakukan koordinasi intensif dengan beragam pihak guna memastikan keselamatan para WNI.
“Perlindungan WNI merupakan prioritas utama. Pemerintah Indonesia bakal terus mengawal proses pembebasan hingga seluruh WNI dapat kembali dengan selamat ke Tanah Air secepatnya,” lanjut pernyataan Kemlu RI.
Sembilan WNI, termasuk empat jurnalis, terkonfirmasi ikut ditahan abdi negara Israel berbareng ratusan aktivis internasional lain nan tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0.
Penangkapan para relawan dan perlakuan Israel juga memicu kecaman luas dari beragam negara dunia. Sejumlah pemerintah Eropa hingga Kanada memanggil duta besar Israel untuk menyampaikan protes resmi atas perlakuan terhadap para aktivis sipil internasional tersebut. (Dhk/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·