Ahmad (62 tahun) pemimpin masjid di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, babak belur setelah dikeroyok oleh sejumlah orang. Insiden itu terjadi di depan Masjid As Salam, Benteng, Wara Timur, Palopo, pada Rabu (29/4) sore lalu.
Pengeroyokan ini terjadi setelah Ahmad memimpin salat ashar. Tiba-tiba, dia didatangi sekelompok orang di depan masjid lampau dianiaya. Akibatnya, dia mengalami sejumlah luka dan kudu dibawa ke rumah sakit.
"Saya dipukul tiba-tiba dari belakang. Waktu coba mundur, saya jatuh lantaran ada tumpukan pasir di lokasi. Di situ saya dipukuli terus, dada saya diinjak, apalagi ada nan memukul pakai batu bata," kata Ahmad, Minggu (3/5) malam.
Ahmad curiga, jika pengeroyokan nan menimpa dirinya diduga lantaran menegur beberapa anak nan mempermainkan pengeras bunyi di masjid. Saat itu, dia menegur beberapa anak nan azan sebelum waktunya.
"Sempat ada anak-anak saya tegur lantaran main-main mikrofon. Dia azan belum waktunya. Jadi, mungkin lantaran itu saya dikeroyok," curiganya.
Terpisah, Harun, anak Ahmad mengatakan jika bapaknya hanya beriktikad menegur para bocah itu agar tak mengganggu aktivitas ibadah di masjid. Meski, bapaknya sempat menjitak salah seorang anak sebagai corak pembinaan.
"Bapak hanya menegur agar tak diulangi lagi," ujar Harun.
Akibat pengeroyokan, Ahmad mengalami luka di bagian pelipis dan mata nan sebelumnya pernah menjalani operasi pada November 2025 lalu. Selain itu, korban juga mengalami benjolan bagian dahi dan beberapa luka lebam di tubuh.
"Pelipis dan matanya luka lagi, padahal sebelumnya baru operasi. Di dahinya juga ada benjolan," jelas Harun.
Terpisah, Kasi Humas Polres Palopo AKP Marsuki mengaku telah menindaklanjuti laporan korban. Penyidik telah memeriksa saksi-saksi di kejadian tersebut.
Polisi juga tetap menunggu hasil visum korban sebelum meningkatkan penanganan perkara ke tahap penyidikan.
"Kasus ini sudah ditangani oleh Polsek Wara dan interogator sudah memeriksa 4 orang saksi namun tetap menunggu hasil visum dari master untuk dinaikkan proses sidik," jelasnya.
Dia juga menjelaskan bahwa saat ini pihak kepolisian telah memanggil para terduga pelaku untuk diperiksa.
"Kemudian nan diduga pelaku sudah dipanggil ke instansi Polsek Wara pada hari Senin tanggal 4 mei 2026 untuk dimintai keterangannya," tandas dia.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·