Studi terbaru dalam jurnal Science Advances mengungkapkan gimana embrio marsupial menumbuhkan lengan sebelum organ tubuh lainnya terbentuk. Simak faktanya!(Dr. Axel Newton)
STUDI terbaru mengungkapkan kebenaran mengejutkan tentang perkembangan embrio hewan berkantung (marsupial). Menurut penelitian nan dipublikasikan dalam jurnal Science Advances, mamalia marsupial menumbuhkan lengan depan mereka jauh sebelum sebagian besar organ tubuh lainnya terbentuk, apalagi saat embrio tetap berupa lapisan sel nan pipih.
Hanya dalam waktu sekitar empat hari, gumpalan jaringan pada embrio marsupial berubah menjadi lengan bercakar nan siap berfungsi. Proses ini terjadi jauh sebelum sang embrio mempunyai kepala, jantung nan berdetak, maupun tulang belakang.
Temuan ini menantang urutan perkembangan biologi nan selama ini dianggap sebagai patokan baku. Pada hewan seperti ayam alias mencit (tikus laboratorium), lapisan jaringan embrio kudu membelah dua dan mengubah corak selnya terlebih dulu sebelum tunas personil tubuh dapat tumbuh. Namun, marsupial melompati tahapan tersebut, sebuah penemuan nan dapat mengubah langkah intelektual menjelaskan pertumbuhan personil tubuh serta abnormal lahir pada manusia.
Merayap Demi Bertahan Hidup
Marsupial terlahir dalam kondisi nan sangat belum sempurna setelah masa kehamilan nan singkat. Dalam keadaan buta, tanpa rambut, dan ukurannya nyaris tak lebih besar dari embrio, bayi marsupial nan baru lahir kudu merayap melintasi perut ibunya untuk mencapai puting susu. Jika kandas menempel, mereka tidak bakal memperkuat hidup.
Semua kelangsungan hidup itu berjuntai pada kaki depan. Sementara kaki belakang tetap berupa benjolan kecil, lengan depan marsupial sudah bercakar dan cukup kuat untuk menarik tubuhnya merayap.
Dr. Axel Newton, mahir biologi perkembangan dari University of Melbourne, memimpin penelitian ini dengan mengawasi dua jenis marsupial nan berkerabat jauh: fat-tailed dunnart (Sminthopsis crassicaudata) dari Australia dan gray short-tailed opossum (Monodelphis domestica) dari Amerika Selatan. Karena kedua garis keturunan ini terpisah sekitar 80 juta tahun lalu, kesamaan perkembangan pada keduanya dipastikan bertindak umum bagi golongan marsupial.
Mendobrak Teori Lama
Biolog menyebut kejadian perbedaan waktu perkembangan ini sebagai heterochrony, kondisi ketika satu bagian tubuh berkembang jauh lebih sigap melampaui agenda normal. Pada embrio ayam dengan tingkat pertumbuhan lengan nan sama, tubuhnya sudah mempunyai kepala, jantung nan berdetak, serta lebih dari 20 pasang somite (blok jaringan nan kelak menjadi tulang belakang dan otot). Sebaliknya, marsupial menumbuhkan lengan tanpa keberadaan somite di sekitarnya.
Proses perubahan dari jaringan polos menjadi tunas lengan nan tumbuh pada marsupial berjalan sangat cepat, ialah hanya sekitar delapan jam. Pembelahan bentuk jaringan dan perubahan corak sel baru selesai beberapa hari kemudian setelah lengan berkembang pesat.
"Pemahaman kita sebelumnya tentang gimana lengan depan tumbuh sebagian besar berasal dari model ayam alias mencit, di mana banyak jaringan tumbuh pada saat nan sama," kata Newton. "Perkembangan personil tubuh marsupial secara terisolasi dari jaringan lain memberikan model nan sangat baik untuk menguraikan gimana personil tubuh pertama kali terbentuk."
Fleksibilitas perkembangan ini juga menarik perhatian peneliti kesehatan manusia. Kasus bayi nan lahir dengan kelainan alias kehilangan personil tubuh dapat ditelusuri kembali ke fase awal pembentukan ini. Model pertumbuhan terisolasi pada marsupial memberikan langkah nan lebih bersih bagi para peneliti untuk memandang langkah mana nan bisa mengalami kegagalan.
Sementara itu, Profesor Andrew Pask nan memimpin laboratorium di Melbourne menekankan pentingnya riset ini bagi konservasi.
"Jika kita tidak memahami biologi tentang gimana hewan-hewan ini terbentuk, kita tidak dapat sepenuhnya memahami kerentanan mereka, ketahanan mereka, alias langkah mengintervensi ketika suatu jenis berada dalam masalah," kata Pask. (EArth/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·