Ilustrasi ini menunjukkan lubang hitam sebelum dan sesudah berubah menjadi lubang putih.(Robert Lea (dibuat dengan Canva))
SELAMA ini, lubang hitam (black hole) dikenal sebagai objek kosmik paling rakus di alam semesta nan menelan apa saja, termasuk cahaya. Namun, sebuah penelitian terbaru mengungkapkan pendapat mengejutkan: lubang hitam rupanya bisa beralih bentuk menjadi kebalikannya, ialah lubang putih (white hole) nan terus-menerus memancarkan energi.
Studi teranyar menunjukkan lubang hitam primordial, jenis lubang hitam mini nan lahir sesaat setelah peristiwa Big Bang, mempunyai usia nan jauh lebih panjang dari perkiraan sebelumnya. Karena usianya nan panjang ini, mereka berpotensi hidup cukup lama hingga mencapai fase transisi kosmik nan langka tersebut. Pada akhir fasenya, lubang hitam ini bakal menyusut hingga hanya mempunyai massa setara sehelai rambut alis manusia sebelum mulai menyemburkan energi.
Kemungkinan perubahan ini didasari oleh kejadian "Radiasi Hawking" nan digagas oleh fisikawan Stephen Hawking pada tahun 1970-an. Teori tersebut menyatakan bahwa lubang hitam secara perlahan "membocorkan" radiasi termal ke luar, nan menyebabkan massanya menyusut seiring berjalannya waktu.
Peneliti dari Eberly College of Science, Daniel Paraizo, berbareng rekan-rekan sejawatnya menemukan bahwa ada kondisi tertentu di mana lubang hitam primordial dengan massa nan tepat dapat mempertahankan eksistensinya melewati proses penyusutan ekstrem tersebut untuk melakukan transformasi nan mengejutkan.
"Begitu lubang hitam mencapai periode pemisah 20 mikrogram, kami menemukan objek tersebut mulai memancarkan radiasi pemurni (purifying radiation) lantaran perilaku nan merupakan karakter dari sebuah lubang putih," ujar Daniel Paraizo dalam pernyataannya.
Lubang putih merupakan entitas teoretis dalam pengetahuan fisika nan dianggap sebagai kondisi "kebalikan waktu" (time-reversed) dari lubang hitam. Jika lubang hitam menarik dan mengunci seluruh materi dan radiasi di dalamnya, lubang putih bertindak sebaliknya dengan mendorong materi dan radiasi keluar tanpa ada satu pun objek nan bisa masuk ke dalamnya.
Meskipun demikian, para intelektual mengakui prediksi lebih lanjut mengenai nasib lubang hitam primordial nan berubah bentuk menjadi lubang putih ini tetap memerlukan teori "gravitasi kuantum". Teori ini bekerja menyatukan relativitas umum dan mekanika kuantum, sebuah misteri besar nan belum sukses dipecahkan oleh para fisikawan sejak awal abad ke-20.
"Asumsi bentuk sederhana tentang fisika nan berada jauh dari lubang hitam dapat memberi tahu kita banyak perihal mengenai masa hidup mereka dan tentang transisi mereka menuju fase stabil nan terlihat seperti lubang putih seberat 20 mikrogram," tambah Paraizo.
What If a White Hole and Black Hole Collided?
Video singkat ini memberikan gambaran visual menarik serta simulasi asumsi mengenai apa nan terjadi jika karakter berlawanan antara lubang hitam dan lubang putih saling berjumpa di alam semesta. (Space/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·