Ilmuwan Berhasil Sisipkan Gen Sapi dan Babi ke Tanaman Selada untuk Hasilkan Mioglobin

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Ilmuwan Berhasil Sisipkan Gen Sapi dan Babi ke Tanaman Selada untuk Hasilkan Mioglobin ilustrasi(Magnific)

PARA intelektual sukses mencatatkan terobosan baru dalam bagian teknologi pangan dan rekayasa genetika tumbuhan. Melalui penelitian terbaru, tim peneliti sukses menyisipkan gen dari hewan mamalia, ialah sapi dan babi, ke dalam tanaman selada. Hasilnya, daun selada nan telah dimodifikasi secara genetis tersebut terbukti bisa menghasilkan mioglobin, protein krusial pembawa oksigen nan memberikan warna merah, tekstur, serta cita rasa unik pada daging hewan.

Eksperimen inovatif ini dirancang untuk mengeksplorasi potensi tanaman sebagai sarana produksi protein hewani secara langsung tanpa kudu melalui proses peternakan hewan konvensional. Dalam riset tersebut, para peneliti memanfaatkan metode rekayasa genetika guna memasukkan petunjuk biologis kreator mioglobin mamalia ke dalam genom selada. Tanaman selada nan ditanam dari hasil modifikasi ini sukses mengekspresikan protein tersebut secara stabil pada jaringan daunnya.

Mioglobin sendiri merupakan jenis protein heme kompleks nan secara alami ditemukan pada jaringan otot mamalia. Protein ini memainkan peran sangat sentral dalam menciptakan aroma gurih, rasa, serta penampilan visual merah segar nan identik dengan daging merah. Selama ini, salah satu tantangan terbesar bagi industri pengganti daging berbasis nabati (plant-based meat) adalah meniru sensasi rasa dan tekstur daging original secara presisi. Kehadiran mioglobin hewani nan diproduksi oleh tanaman selada ini diharapkan dapat menjadi solusi potensial untuk menciptakan produk pengganti daging nan jauh lebih mirip dengan daging aslinya.

Selain meningkatkan kualitas rasa produk olahan nabati, metode nan sering disebut sebagai 'pertanian molekuler' ini juga dinilai berpotensi besar mengurangi akibat jelek terhadap lingkungan nan ditimbulkan industri peternakan konvensional. Kegiatan peternakan hewan secara dunia diketahui menyumbang emisi gas rumah kaca dalam jumlah besar serta memerlukan konsumsi air dan pemanfaatan lahan nan sangat luas. Dengan memanen protein hewani langsung dari tanaman pertanian, penggunaan sumber daya alam dapat ditekan secara signifikan.

Kendati menunjukkan hasil nan sangat menjanjikan, riset ini tetap berada pada tahap awal penelitian di tingkat laboratorium. Para peneliti menekankan serangkaian studi lanjutan tetap sangat diperlukan untuk menguji efisiensi kadar produksi, kandungan nutrisi, tingkat keamanan pangan bagi manusia, hingga kajian penerimaan masyarakat secara luas sebelum selada nan mengandung mioglobin ini dapat diproduksi dalam skala komersial dan masuk ke pasar konsumsi publik. (Earth/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia