Ilustrasi(Antara)
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sukses ditutup di area hijau pada perdagangan Selasa (2/6) sore. Penguatan indeks terutama ditopang oleh keahlian positif saham-saham di sektor daya nan memimpin kenaikan pasar.
IHSG mengakhiri perdagangan dengan kenaikan 68,04 poin alias 1,11% ke level 6.195,42. Sementara itu, indeks LQ45 nan berisi 45 saham unggulan turut menguat 8,10 poin alias 1,33% menjadi 619,27.
"IHSG menguat dimana para pelaku pasar juga mencerna info ekonomi," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus namalain Nico dalam kajiannya di Jakarta, Selasa (2/6).
Dari pasar global, penanammodal tetap mencermati perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran nan hingga sekarang dibayangi ketidakpastian. Kondisi tersebut turut memicu perubahan nilai minyak mentah dunia.
Situasi geopolitik nan belum stabil semakin menjadi perhatian setelah muncul laporan bahwa Teheran menghentikan sementara pembicaraan dengan Washington sebagai respons terhadap serangan Israel di Lebanon. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa proses negosiasi tetap terus berjalan.
"Pasar juga konsentrasi perhatian pernyataan nan saling bertentangan dari Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai obrolan baru-baru ini tentang bentrok di Lebanon," ujar Nico.
Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari info ekonomi terbaru. S&P Global melaporkan Purchasing Managers Index (PMI) Indonesia meningkat dari 49,1 pada April 2026 menjadi 50,0 pada Mei 2026. Peningkatan tersebut mencerminkan ketahanan sektor domestik di tengah tekanan dunia nan tetap memengaruhi aktivitas ekspor.
Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Mei 2026 sebesar 0,28% secara bulanan (month-to-month/mtm) dan 3,08% secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka tersebut tetap berada dalam kisaran sasaran Bank Indonesia (BI), ialah 2,5% plus minus 1%.
BPS juga melaporkan neraca perdagangan Indonesia tetap mencatat surplus sebesar US$90 juta. Capaian itu didorong oleh nilai ekspor nan mencapai US$25,30 miliar, sementara impor tercatat sebesar US$25,31 miliar.
Sejak pembukaan perdagangan, IHSG langsung bergerak menguat dan bisa mempertahankan tren positif hingga penutupan sesi pertama. Pada sesi kedua, indeks tetap berada di wilayah hijau sampai perdagangan berakhir.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, terdapat lima sektor nan mencatat kenaikan. Sektor daya menjadi pemimpin dengan penguatan 1,78%. Posisi berikutnya ditempati sektor prasarana nan naik 0,64% dan sektor peralatan baku nan bertambah 0,58%.
Sebaliknya, enam sektor mengalami pelemahan. Sektor transportasi dan logistik mencatat penurunan terdalam sebesar 3,20%, disusul sektor kesehatan nan turun 2,65 persen dan sektor properti nan melemah 1,13%.
Pada perdagangan hari ini, saham BEER, NZIA, KUAS, DSSA, dan BREN menjadi emiten dengan kenaikan nilai tertinggi. Sementara itu, saham TRUE, ELPI, APIC, KJEN, dan EPAC tercatat sebagai saham dengan pelemahan terbesar.
Aktivitas perdagangan di BEI berjalan cukup ramai dengan gelombang transaksi mencapai 2.572.956 kali. Volume perdagangan tercatat sebanyak 31,25 miliar lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp25,47 triliun. Dari seluruh saham nan diperdagangkan, sebanyak 281 saham menguat, 389 saham melemah, dan 147 saham stagnan.
Di area Asia, pergerakan bursa saham menunjukkan tren nan beragam. Indeks Nikkei ditutup turun 330,33 poin alias 0,49% ke level 66.604,00. Sebaliknya, indeks Shanghai naik 17,36 poin alias 0,43% menjadi 4.075,10. Indeks Hang Seng menguat signifikan sebesar 640,14 poin alias 2,52% ke posisi 26.038,32, sedangkan indeks Strait Times bertambah 51,13 poin alias 1,01% menjadi 5.088,99. (Ant/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·