IHSG Hari Ini Turun 118,88 Poin ke Level 6.196,43, Berikut Penyebabnya

Sedang Trending 1 hari yang lalu
IHSG Hari Ini Turun 118,88 Poin ke Level 6.196,43, Berikut Penyebabnya ilustrasi IHSG hari ini.(Antara)

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (24/7) sore, ditutup melemah mengikuti bursa saham area Asia akibat meningkatnya tensi geopolitik di area Timur Tengah.

IHSG ditutup melemah 118,88 poin alias 1,88% ke posisi 6.196,43. Sementara golongan 45 saham unggulan alias indeks LQ45 turun 12,33 poin alias 1,97% ke posisi 614,79.

"IHSG dan bursa regional Asia melemah seiring memanasnya bentrok di area Timur Tengah," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam kajiannya di Jakarta, Jumat

Nico menjelaskan sentimen negatif juga datang dari kebijakan baru tarif jual beli oleh Amerika Serikat (AS) nan mendorong lonjakan ketidakpastian global, dan diproyeksikan bakal menekan pertumbuhan ekonomi serta memicu inflasi, khususnya andaikan nilai daya tertahan di level tinggi untuk periode nan panjang.

Kemudian, sentimen pasar semakin tertekan oleh kenaikan nilai minyak mentah jenis Brent nan mencapai level di atas 100 dolar AS per barel, nan memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi kebijakan moneter nan lebih ketat.

"Ketegangan bentrok di Timur Tengah kembali meningkat memicu kekhawatiran inflasi, setelah serangan Houthi terhadap kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah," ujar Nico

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyampaikan bakal menghancurkan jembatan alias pembangkit listrik Iran setiap kali Iran menembak kapal di Selat Hormuz, serta meningkatkan perang dengan Iran ketika Houthi nan berkawan dengan Iran di Yaman.

Kondisi itu membikin tekanan terhadap pasokan energi, sehingga menambah kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa suku kembang dunia dapat tetap lebih tinggi untuk waktu nan lebih lama.

Selanjutnya, Trump bakal memberlakukan tarif baru mulai Jumat waktu AS, nan bakal menjadi perhatian pelaku pasar sehubungan tarif baru AS sebesar 10-12,5% untuk impor dari sebagian besar mitra jual beli utama. Tarif baru AS bertindak untuk barang-barang dari 60 mitra dagang.

"Kebijakan itu tentunya bakal berpotensi terjadi disrupsi rantai pasokan dan meningkatnya ketidakpastian, ancaman stagflasi, perlambatan sektoral sehingga ini bakal membikin perlambatan pertumbuhan ekonomi global," ujar Nico.

Dari dalam negeri, Nico menjelaskan meningkatnya nilai minyak bumi dan pemberlakuan tarif baru oleh AS tentunya bakal berakibat terhadap ekonomi domestik, nan mana beban APBN kan meningkat seiring meningkatnya beban subsidi energi.

Dengan demikian, bakal membikin ruang fiskal nan semakin menyempit, mendorong laju inflasi, ruang kebijakan moneter potensi kenaikan suku kembang acuan, ancaman defisit neraca perdagangan, ancaman pada sektor nan terdampak langsung dan nilai tukar rupiah, serta turunnya daya beli masyarakat.

Dibuka melemah IHSG nyaman di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG tetap nyaman di area merah menjelang penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua alias sebelas sektor melemah ialah sektor peralatan konsumen non primer turun paling dalam sebesar 3,26%, diikuti oleh sektor peralatan baku nan turun 3,06% dan sektor transportasi & logistik nan turun 2,8%.

Adapun saham-saham nan mengalami penguatan terbesar ialah MCAS, ALKA BULL, GOLD, dan KLIN. Sedangkan saham-saham nan mengalami pelemahan nilai terbesar ialah BAPA, COCO, FILM, JGLE, JELI.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.229.000 kali transaksi dengan jumlah saham nan diperdagangkan sebanyak 35,96 miliar lembar saham senilai Rp17,70 triliun. Sebanyak 113 saham naik 618 saham menurun, dan 234 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 2,79% ke 64.572,00, indeks Shanghai melemah 1,61% ke 3.814,20, indeks Hang Seng melemah 0,98% ke 24.963,23, indeks Kospi melemah 5,72% ke 6.690,62, sedangkan indeks Strait Times melemah 0,12% ke 5.575,11. (Ant/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia