IGCN Annual Members Gathering 2026(MI/HO)
UN Global Compact Network Indonesia (IGCN) kembali mempertegas komitmen dalam mengakselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui penyelenggaraan IGCN Annual Members Gathering 2026. Bertempat di Ballroom Yustinus, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta Selatan, aktivitas ini mengusung tema strategis “Driving Innovation from Within: Enabling Scalable Impact”.
Pertemuan tahunan ini menjadi titik jumpa krusial bagi para pemimpin perusahaan, praktisi keberlanjutan, inovator muda, hingga akademisi untuk memperkuat kerjasama lintas sektor. Fokus utamanya adalah mendorong sektor swasta agar tidak hanya menjadikan keberlanjutan sebagai kepatuhan, tetapi sebagai inti dari strategi upaya melalui penemuan internal.
Empat Pilar Strategis IGCN 2026
Dalam kesempatan tersebut, IGCN memaparkan arah kebijakan organisasi untuk 2026. Strategi ini dirancang untuk memperkuat kapabilitas personil dalam menghadapi tantangan keberlanjutan nan kian kompleks. Berikut adalah empat pilar utama nan menjadi fokus:
| Member-centric Value Creation | Penciptaan nilai nan berpusat pada kebutuhan anggota. |
| Platform-based Collective Action | Aksi kolektif berbasis platform untuk akibat nan lebih luas. |
| Institutional Credibility & Governance | Penguatan kredibilitas lembaga dan tata kelola organisasi. |
| Digital Tools Innovation | Pemanfaatan penemuan perangkat digital untuk keberlanjutan. |
Transformasi dari Prinsip Menuju Praktik Nyata
Presiden IGCN, Y.W. Junardy, menekankan bahwa keberhasilan keberlanjutan sangat berjuntai pada keahlian organisasi memberdayakan talenta internal.
"Kami mau menunjukkan bahwa akibat nan lebih besar dapat dimulai dari dalam perusahaan itu sendiri melalui budaya inovasi," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa tingkat kepuasan personil IGCN saat ini mencapai 81,5%, sebuah modal kuat untuk memperluas inisiatif seperti ekonomi biru (proyek rumput laut) dan rantai pasok berkelanjutan.
Senada dengan perihal tersebut, UN Resident Coordinator di Indonesia, Gita Sabharwal, menyoroti bahwa praktik keberlanjutan sekarang menjadi aspek penentu daya saing investasi. Menurutnya, aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) telah menjadi pertimbangan utama bagi penanammodal dunia dan lembaga pemeringkat internasional.
Peran Inovator Muda dan Akademisi
Salah satu sorotan utama dalam aktivitas ini adalah pengenalan SDG Innovation Accelerator for Young Professionals (SDGI) 2026 Cohort. Program ini bermaksud membekali ahli muda dengan keahlian untuk menciptakan solusi nyata atas tantangan ESG di perusahaan masing-masing.
Sebanyak 18 perusahaan terkemuka turut berperan-serta dalam sesi showcase dan booth penemuan untuk memamerkan solusi keberlanjutan mereka, di antaranya:
| PT Pertamina (Persero) | PT Bank Jago Tbk | PT Freeport Indonesia |
| PT Vale Indonesia Tbk | PT Pupuk Indonesia (Persero) | PT APP Purinusa Ekapersada |
| PT Mineral Industri Indonesia | PT Riau Andalan Pulp and Paper | PT TBS Energi Utama Tbk |
| ...dan 9 perusahaan mitra strategis lainnya. | ||
Rektor UNIKA Atma Jaya, Prof. Dr. dr. Yuda Turana, menyatakan kebanggaannya menjadi tuan rumah aktivitas ini. Ia menegaskan bahwa kerjasama antara akademisi dan industri adalah kunci untuk mengubah pendapat menjadi solusi nyata nan berfaedah bagi bangsa dan generasi mendatang.
Melalui Annual Members Gathering 2026, IGCN berambisi dapat terus memperkuat organisasi upaya nan bertanggung jawab di Indonesia, memastikan bahwa setiap komitmen keberlanjutan beralih bentuk menjadi akibat positif nan terukur bagi masyarakat dan lingkungan. (Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·