IDAI Ingatkan Bahaya Polusi Udara bagi Anak di Dekat Jalan Raya

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
IDAI Ingatkan Bahaya Polusi Udara bagi Anak di Dekat Jalan Raya Ilustrasi(magnific)

IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan peringatan bagi orangtua untuk lebih mewaspadai paparan polusi udara, terutama bagi anak-anak nan tinggal di area padat lampau lintas seperti pinggir jalan raya maupun jalan tol. Emisi kendaraan bermotor diketahui menjadi salah satu aspek utama nan meningkatkan akibat gangguan kesehatan serius pada anak.

Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi IDAI, dr. Cynthia Centauri, Sp.A., Subsp.Respi.(K), menjelaskan bahwa letak kediaman nan berdekatan dengan jalan raya besar membikin anak lebih rentan terpapar traffic related air pollution (TRAP) alias polusi udara mengenai lampau lintas.

"Kalau punya rumah di pinggir jalan raya besar justru meningkatkan akibat polusi udara nan didapat dari debu jalanan alias TRAP," ujar dr. Cynthia dalam seminar media daring berjudul Dampak Polusi Udara pada Anak, Selasa (8/7).

Zat Pencemar dan Kerentanan Anak

Emisi kendaraan mengandung beragam unsur rawan nan dapat terhirup dan masuk ke dalam sistem pernapasan. Berikut adalah beberapa unsur pencemar nan dihasilkan oleh emisi kendaraan bermotor:

Jenis Polutan Keterangan
Materi Partikulat (PM) Partikel lembut nan dapat masuk ke paru-paru.
Gas Berbahaya Nitrogen dioksida, karbon monoksida, dan karbon hitam.
Senyawa Organik Volatile Organic Compounds (VOC).
Logam Berat Zat berbisa nan terhirup dari udara sekitar.

Lebih lanjut, dr. Cynthia menekankan bahwa anak-anak mempunyai tingkat kerentanan nan jauh lebih tinggi dibandingkan orang dewasa. Hal ini disebabkan lantaran anak-anak menghirup udara dua hingga tiga kali lebih banyak, sementara organ paru-paru mereka tetap dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan.

Akumulasi Polusi di Lingkungan Rumah

Paparan polusi rupanya tidak hanya berasal dari jalan raya. Lingkungan sekitar rumah juga berkontribusi besar terhadap penurunan kualitas udara nan dihirup anak. Sumber polusi lain meliputi pembakaran sampah, aktivitas pembaharuan bangunan, hingga paparan asap rokok konvensional maupun rokok elektronik.

Dalam seminar tersebut, dr. Cynthia memaparkan kasus seorang anak berumur tiga tahun nan mengalami jangkitan saluran pernapasan berulang. Kondisi ini terjadi setelah family pindah ke rumah di dekat jalan tol.

Masalah kesehatan tersebut diperparah oleh aspek lingkungan seperti tetangga nan merenovasi rumah, aktivitas pembakaran sampah, serta kebiasaan ayah nan menggunakan rokok elektronik di lingkungan rumah.

Akumulasi dari beragam sumber polusi ini dapat memicu beragam masalah kesehatan kronis pada anak, di antaranya:

  • Infeksi saluran pernapasan berulang.
  • Memicu serangan asma.
  • Bronkitis.
  • Penurunan kegunaan paru secara permanen.

Langkah Pencegahan bagi Orangtua

Sebagai langkah antisipasi, IDAI mengimbau masyarakat untuk mengendalikan sumber polusi nan ada di sekitar mereka. Orangtua diminta untuk tidak membakar sampah, menciptakan lingkungan bebas asap rokok, serta menjauhkan anak dari letak nan sedang dalam proses renovasi.

Selain itu, orangtua disarankan untuk rutin memantau kualitas udara melalui aplikasi sebelum membujuk anak beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker sangat dianjurkan bagi anak berumur di atas tiga tahun andaikan kualitas udara sedang berada pada kategori buruk.

"Polusi udara bukan hanya berasal dari luar rumah, tetapi merupakan akumulasi paparan dari lingkungan tempat tinggal dan aktivitas sehari-hari nan dapat berakibat pada kesehatan anak," pungkasnya. (Ant/Z-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia