Jakarta, CNBC Indonesia - Keamanan diperketat di ibu kota India, New Delhi, pada Jumat (16/10/2026). Kepolisian memperingatkan potensi gangguan lampau lintas menjelang tindakan unjuk rasa besar-besaran nan bakal digelar aktivitas politik berjuluk "Cockroach Movement alias Gerakan Kecoak" di area pusat upaya kota tersebut.
Aksi ini merupakan bagian dari rangkaian demonstrasi nan menuntut pengunduran diri Ketua Komisi Pemilihan Umum India, Gyanesh Kumar. Para pengunjuk rasa menuding revisi daftar pemilih nan dilakukan komisi tersebut menguntungkan Partai Bharatiya Janata (BJP) ketua Perdana Menteri (PM) Narendra Modi.
Mengutip Reuters, aktivitas nan dipimpin kaum muda ini melibatkan Cockroach Janta Party (CJP), golongan oposisi, serta organisasi mahasiswa sayap kiri. Mereka telah menggelar demonstrasi nyaris setiap hari sepanjang Oktober.
Pendiri CJP, Abhijeet Dipke, mengatakan tindakan pada Jumat digelar untuk mendukung dua pemimpin partainya nan ditahan dan dipenjara selama lima hari pada pekan ini. Keduanya ditahan setelah menggelar demonstrasi di letak unjuk rasa dengan melanggar larangan nan berlaku.
Jutaan Pemilih Dihapus dari Daftar
Kontroversi bermulai dari revisi daftar pemilih nan dilakukan Komisi Pemilihan Umum India. Lebih dari 130 juta pemilih dihapus dari daftar tersebut selama proses revisi.
Komisi Pemilihan Umum membantah tuduhan keberpihakan kepada partai politik tertentu. Lembaga itu menyatakan pemilih nan namanya terhapus secara keliru dapat mendaftarkan diri kembali.
Sementara itu, BJP menuding kelompok-kelompok rival berupaya merusak kepercayaan terhadap kerakyatan dengan mempertanyakan proses pemilu nan mereka anggap sah. Demonstrasi terbaru juga dipicu laporan surat berita The Indian Express nan menyebut dua wakil Kumar menyampaikan kekhawatiran secara internal mengenai perubahan daftar pemilih, prosedur pendaftaran, dan sistem digital nan digunakan.
Taman Ditutup, Polisi Batasi Aksi
CJP berbareng golongan mahasiswa sayap kiri membujuk pendukungnya berkumpul di Central Park, area Connaught Place, nan dikenal sebagai pusat perbelanjaan dan kuliner di New Delhi.Para pendukung direncanakan mengibarkan bendera nasional India pada Jumat malam.
Namun, Kepolisian Delhi mengimbau masyarakat agar tidak mengikuti perkumpulan tersebut. Otoritas kota juga mengumumkan pada Kamis malam bahwa taman itu bakal ditutup selama dua hari dengan argumen administratif.
"Mendesak masyarakat untuk tidak berasosiasi dengan majelis semacam itu," ujarnya menyatakan dapat memfasilitasi golongan terbatas untuk membawa bendera nasional dan menyanyikan lagu kebangsaan di letak nan dinilai sesuai.
Para pedagang di area tersebut turut mengusulkan permohonan kepada Mahkamah Agung agar demonstrasi dicegah. Mereka cemas tindakan itu menimbulkan kerugian besar, setelah rencana unjuk rasa serupa pada akhir pekan sebelumnya kandas terlaksana akibat operasi pengamanan.
Gerakan Kecoak Jadi Sorotan Politik
Gerakan Kecoak muncul sebagai salah satu tantangan politik besar bagi pemerintahan Modi dan BJP selama 12 tahun berkuasa. Awal tahun ini, tindakan duduk berhari-hari nan dilakukan para pendukung aktivitas tersebut turut mendorong pengunduran diri Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan mengenai kebocoran soal ujian.
Rangkaian demonstrasi terbaru memperlihatkan meningkatnya ketegangan politik di India, khususnya mengenai transparansi proses pemilu dan pengelolaan daftar pemilih
(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·