Hotman Paris Ungkap Keanehan ABK Dituntut Hukuman Mati Diduga Selundupkan 2 Ton Sabu

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Achmad Al Fiqri , Jurnalis-Kamis, 26 Februari 2026 |12:50 WIB

Hotman Paris Ungkap Keanehan ABK Dituntut Hukuman Mati Diduga Selundupkan 2 Ton Sabu

Hotman Paris Ungkap Keanehan ABK Dituntut Hukuman Mati Diduga Selundupkan 2 Ton Sabu (Achmad Al Fiqri)

JAKARTA - Pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea, menilai, tuntutan pidana meninggal terhadap Anak Buah Kapal (ABK) Sea Dragon, Fandi Ramadhan lantaran diduga selundupkan sabu-sabu nyaris 2 ton tak masuk akal. Pasalnya, Hotman Paris menjelaskan, Fandi baru 3 hari bekerja di bumi perkapalan.

1. ABK Dituntut Mati

Hotman mengungkapkan perihal tersebut dalam RDPU berbareng Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (26/2/2026). Hotman menjelaskan, Fandi baru diterima kerja oleh pemasok beberapa hari sebelum ditangkap.

"Dia melamar resmi ke suatu pemasok dan akhirnya diterima. Si pemasok ini mengatakan bahwa kelak kaptennya si ini, tapi si anaknya ini tidak pernah ketemu kaptennya, tidak pernah ketemu dan tidak kenal," ucap Hotman.

Singkat cerita, dia melanjutkan, Fandi berjumpa sang kapten sebelum diberangkatkan ke Thailand pada 1 Mei 2025. Saat itu, Fandi pamit kepada orang tuanya sebelum bertolak ke Thailand.

"Karena kapalnya katanya belum siap, 10 hari penuh (Fandi) diinapkan di hotel. Mulailah kapalnya itu, mereka memasuki kapal tanggal 14 (Mei 2025)," ucapnya.

Hotman mengaku janggal ketika kapal nan dinaiki Fandi tak sesuai dengan perjanjian kerja. "Menurut kontrak, harusnya kapalnya North Star namanya. Tahu-tahu dibawa speedboat, dibawa ke kapal Sea Dragon. Jadi dari lamaran sama kapalnya berbeda," ucap Hotman.

Kemudian, kata dia, Fandi berlayar selama 3 hari ke Filipina. Namun di tengah laut, Hotman berkata, ada kapal nelayan merapat nan membawa puluhan kardus.

"Kapal nelayan nan membongkar 67 kardus. Karena memang orang tidak banyak, oleh si kapten diperintahkan semua awak kapal untuk estafet memasukkan. Dan si anak ibu ini bolak-balik nanya, 'Ini apa?' Dan itu diakui oleh si kapten," ucap Hotman sembari menirukan Fandi.

"Kebetulan kaptennya juga orang Batak marga Siregar, wakil kaptennya juga orang Batak marga Tampubolon. Si kapten ini ngaku bahwa itu adalah 'uang dan emas,' itu pengakuannya" tuturnya.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri buletin news lainnya

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com