Hilirisasi dan Perdagangan Domestik Jadi Kunci Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Hilirisasi dan Perdagangan Domestik Jadi Kunci Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Daerah Ilustrasi(Dok Istimewa)

DI tengah tekanan ekonomi dunia nan tetap membayangi, penguatan perdagangan domestik jadi salah satu kunci menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. Kolaborasi antardaerah, hilirisasi komoditas, hingga kemitraan dengan bumi upaya sekarang didorong sebagai strategi untuk memperkuat rantai pasok, menekan inflasi, sekaligus menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di beragam wilayah.

Komitmen tersebut diwujudkan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) melalui penyelenggaraan Forum Bisnis Daerah (Forbisda) 2026 bekerja sama dengan Kadin Indonesia di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (2/7/2026). Forum nan menjadi bagian dari peringatan HUT ke-26 Apkasi itu tidak hanya jadi ruang diskusi, tapi juga menghasilkan sejumlah kesepakatan perdagangan nan diharapkan bisa memperkuat perekonomian daerah.

Sejumlah nota kesepahaman (MoU) ditandatangani sebagai tindak lanjut forum tersebut. Di antaranya kerja sama perdagangan antara Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Simalungun nan difokuskan pada pengendalian inflasi daerah, serta kerja sama antara Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Langkat untuk meningkatkan volume perdagangan regional.

Kolaborasi juga melibatkan sektor swasta melalui kesepakatan perdagangan komoditas hortikultura bawang merah antara PT Juma Berlian dari Sumatera Utara dan CV Sudah Ada dari Kabupaten Brebes. Kesepakatan ini diharapkan dapat memperkuat pengedaran komoditas pangan sekaligus memperpendek rantai pasok nasional.

Ketua Umum Apkasi Bursah Zarnubi mengatakan organisasi nan dipimpinnya mau memperkuat peran kabupaten sebagai motor penggerak ekonomi nasional melalui perdagangan antardaerah nan lebih terintegrasi.

"Apkasi mempunyai peran strategis sebagai mediator perdagangan antardaerah. Kerja sama nan terbangun hari ini bakal menjadi pintu awal bagi kita untuk membuktikan kekuatan ekonomi Indonesia itu dimulai dari pinggiran, ialah dari kabupaten-kabupaten kita," ujar Bursah.

Bursah nan juga menjabat Bupati Lahat menilai sudah saatnya pembangunan ekonomi bergeser dari ketergantungan terhadap sektor ekstraktif menuju pengembangan industri hilir berbasis komoditas pertanian dan perkebunan. Menurutnya, wilayah penghasil kudu memperoleh nilai tambah lebih besar melalui pengembangan industri pengolahan di wilayah asal.

Ia mencontohkan Kabupaten Lahat mempunyai produksi kopi mencapai sekitar 300.000 ton per tahun nan berpotensi dikembangkan menjadi industri hilir. Dengan demikian, nilai ekonomi komoditas tidak lagi terkonsentrasi di pusat-pusat industri, tetapi juga dinikmati masyarakat di wilayah penghasil.

Direktur Eksekutif Apkasi Sarman Simanjorang menjelaskan Forbisda dirancang untuk mempertemukan langsung potensi produksi wilayah dengan kebutuhan pelaku upaya melalui konsep supply meeting demand. Para kepala wilayah diberi kesempatan mempresentasikan komoditas unggulan nan siap dipasarkan maupun dihilirisasi.

Kabupaten Banyuasin menawarkan potensi beras, kelapa dalam, dan udang, sementara Kabupaten Gorontalo mempromosikan jagung sebagai komoditas unggulan. Kabupaten Deli Serdang memperkenalkan sektor pertanian dan perkebunan sebagai kekuatan ekonomi wilayah penyangga Kota Medan, sedangkan Kabupaten Brebes menampilkan komoditas bawang merah nan selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakatnya.

Forum kemudian dilanjutkan dengan mempertemukan pemerintah wilayah berbareng pelaku upaya nasional untuk membahas kesempatan investasi dan perdagangan domestik. Hadir dalam sesi tersebut antara lain Direktur Mitra Adiperkasa Handaka Santosa, Government Relations Alfamart Fatturachman, serta perwakilan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Melalui pemaparan potensi komoditas dari beragam daerah, pelaku upaya diharapkan dapat menjajaki kesempatan investasi maupun kerja sama melalui skema business to business (B2B) sehingga proses hilirisasi dan pemasaran produk wilayah dapat melangkah lebih cepat.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Azis Syamsudin mengakui tantangan bumi usaha, khususnya di sektor logistik, tetap cukup besar. Namun, besarnya pasar domestik Indonesia dinilai menjadi modal krusial untuk terus memperkuat perdagangan antardaerah.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah wilayah dan bumi upaya kudu terus diperluas agar pengedaran peralatan semakin efisien, investasi meningkat, serta daya saing produk wilayah semakin kuat.

Dukungan terhadap inisiatif tersebut juga datang dari pemerintah pusat. Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Iqbal Shoffan Shofwan datang menyaksikan penguatan sinergi antara pemerintah daerah, bumi usaha, dan asosiasi upaya dalam membangun ekosistem perdagangan domestik nan lebih terintegrasi.

Melalui Forbisda 2026, Apkasi berambisi kerja sama antardaerah tidak berakhir pada penandatanganan kesepakatan, tetapi bisa diwujudkan dalam transaksi perdagangan nyata nan memperkuat hilirisasi komoditas, menjaga stabilitas nilai pangan, meningkatkan investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional nan lebih merata. (H-2)
 

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia