Ilustrasi.(Magnific)
HELIKOPTER militer Amerika Serikat dilaporkan jatuh saat terbang di atas Selat Hormuz pada Senin (8/6) waktu setempat. Meski demikian, Presiden Donald Trump memastikan bahwa dua pilot nan berada di dalam pesawat tersebut dalam kondisi selamat.
Berbicara kepada awak media sebelum menaiki Air Force One pada Selasa (9/6) pagi, Trump menegaskan tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut. "Para pilot baik-baik saja dan tidak ada nan terluka. Kami bakal merilis laporan komplit besok," ujar Trump sebagaimana dikutip dari laporan New York Times.
Ketegangan di Jalur Pasokan Minyak Dunia
Hingga saat ini, penyebab jatuhnya helikopter di jalur perairan strategis tersebut tetap belum jelas. Selat Hormuz telah lama menjadi titik panas perselisihan antara Amerika Serikat dan Iran, terutama selama bentrok nan sedang berlangsung. Jalur ini sangat vital lantaran menjadi rute bagi seperlima pasokan minyak dunia.
Kondisi di selat tersebut saat ini nyaris tertutup sepenuhnya akibat blokade nan dilakukan Iran sejak awal perang. Dewan Uni Eropa pada Senin juga menuduh Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran merusak kebebasan navigasi di Selat Hormuz dengan memberlakukan sistem tol serta melakukan intimidasi terhadap kapal-kapal komersial.
Sinyal Kesepakatan Damai
Di tengah kejadian jatuhnya helikopter tersebut, Presiden Trump memberikan sinyal positif mengenai potensi kesepakatan tenteram dengan Teheran. Ia mengeklaim bahwa negosiasi sedang berada di tahap akhir untuk mencapai kesepakatan nan bakal mencegah Iran mempunyai senjata nuklir.
"Kami berada dalam tahap akhir dari apa nan bakal menjadi kesepakatan nan sangat, sangat bagus. Kesepakatan ini tidak bakal membiarkan ada senjata nuklir dalam corak apa pun," kata Trump.
Ia menambahkan bahwa jika kesepakatan tersebut ditandatangani, nan kemungkinan terjadi dalam dua alias tiga hari ke depan, Selat Hormuz bakal segera dibuka kembali untuk navigasi internasional. Trump berjanji bakal terus menjaga keamanan jalur pelayaran vital tersebut dari segala corak gangguan.
Catatan Redaksi: Laporan resmi mengenai penyebab jatuhnya helikopter militer AS di Selat Hormuz dijadwalkan bakal dirilis oleh otoritas mengenai pada Rabu (10/6) waktu setempat. (NBC/I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·