Liputan6.com, Jakarta - Karumkit RS Bhayangkara Polda Papua, dr. Rommy Sebastian melaporkan hasil visum pilot pesawat PT Associated Mission Aviation (AMA), Captain Nicholas F. Goselin (29) nan ditembak KKB di Yahukimo.
Pemeriksaan dilakukan di RS Bhayangkara Polda Papua pada Jumat 3 Juli 2026. Pemeriksaan forensik menyimpulkan korban meninggal akibat luka tembak nan menyebabkan kerusakan berat pada dasar tengkorak sehingga mengalami kematian seketika (sudden death).
"Terdapat luka terbuka pada kepala, dahi, pipi kiri, dan wilayah sekitar telinga kanan, luka lecet pada sisi kanan kepala, patah tulang rahang atas kiri dan kanan, patah tulang rahang bawah sisi kanan akibat kekerasan barang tumpul,” kata Rommy dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (4/7/2026).
"Terdapat luka terbuka pada kepala, dahi, pipi kiri, dan wilayah sekitar telinga kanan, Luka lecet pada sisi kanan kepala, Patah tulang rahang atas kiri dan kanan. Patah tulang rahang bawah sisi kanan akibat kekerasan barang tumpul. Selain itu, ditemukan luka terbuka pada pipi kiri nan sesuai dengan karakter luka tembak masuk tempel (contact gunshot wound), ialah posisi moncong senjata berada tegak lurus dan menempel pada permukaan kulit," kata Rommy dalam keterangannya, Sabtu (4/7/2026).
Rommy juga menambahkan jalur peluru masuk melalui pipi kiri dan keluar di sekitar telinga kanan nan menyebabkan patah tulang maksila alias tulang pipi sebelah kanan.
Selain itu, pemeriksaan radiologi (X-ray) menunjukkan ada patah tulang pada dasar tengkorak. Pemeriksaan ini dilakukan lantaran RS Bhayangkara tidak melaksanakan autopsi dalam, melainkan hanya pemeriksaan luar nan didukung foto rontgen.
"Dari hasil tersebut diketahui bahwa lintasan peluru masuk dan keluar serta menyebabkan kerusakan berat pada dasar tengkorak. Cedera inilah nan menyebabkan korban meninggal bumi dengan sangat sigap alias sudden death," tambah Rommy.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·