Dalam seremoni World Milk Day 2026, PT Frisian Flag Indonesia (FFI) mengangkat tema 'Kebaikan Susu Temani Langkahmu, Kini dan Nanti' melalui beragam aktivitas edukatif.(Dok. PT Frisian Flag Indonesia)
MINUM segelas susu setiap hari merupakan langkah sederhana untuk mendukung pertumbuhan anak, menjaga kesehatan tulang, serta memenuhi kebutuhan nutrisi family di beragam tahap kehidupan. Momentum World Milk Day alias Hari Susu Sedunia nan diperingati setiap 1 Juni menjadi pengingat pentingnya peran susu dalam pola hidup sehat.
Di Indonesia, peringatan ini bertepatan dengan Hari Susu Nusantara dan dimanfaatkan beragam pihak untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya konsumsi susu serta pemenuhan gizi seimbang, sekaligus mendorong penguatan ekosistem susu nasional dari peternakan hingga ke tangan konsumen.
Dalam seremoni World Milk Day 2026, PT Frisian Flag Indonesia (FFI) mengangkat tema 'Kebaikan Susu Temani Langkahmu, Kini dan Nanti' melalui beragam aktivitas edukatif. Acara diisi sesi talkshow berbareng akademisi, industri, dan peternak sapi perah, visitor dapat mengikuti aktivitas interaktif di booth 'Semangat Jelajah', dan seremoni ditutup dengan milk toast sebagai simbol komitmen membangun kebiasaan sehat dari segelas susu.
Marketing Director Frisian Flag Indonesia, Intan Ayu Kartika, mengatakan membangun generasi Indonesia nan lebih sehat perlu dimulai dari langkah-langkah sederhana nan dilakukan secara berkelanjutan, termasuk menerapkan pola makan bergizi seimbang, minum susu, dan aktif bergerak.
"World Milk Day selalu menjadi momentum krusial bagi kami untuk kembali membujuk family Indonesia membangun generasi nan lebih sehat, penuh semangat dimulai dari kebiasaan sederhana nan dilakukan setiap hari, termasuk minum susu," ujarnya.
Menurut Intan, susu mempunyai faedah nan berbeda sesuai kebutuhan pada setiap tahap kehidupan. Pada masa anak-anak, kandungan Omega 3, Omega 6, dan DHA berkedudukan dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak. Sementara pada usia berikutnya, kandungan vitamin D dan kalsium membantu menjaga kekuatan tulang, mendukung aktivitas sehari-hari, serta membantu menjaga daya tahan tubuh.
Karena itu, FFI menilai edukasi mengenai kandungan dan faedah susu perlu terus dilakukan agar masyarakat semakin memahami pentingnya pemenuhan nutrisi nan tepat sejak awal hingga usia dewasa.
Kualitas susu
Guru Besar Bidang Ilmu dan Teknologi Susu IPB, Prof. Dr. Epi Taufik, S.Pt., M.V.P.H., M.Si., mengatakan kualitas susu nan dinikmati masyarakat merupakan hasil dari proses panjang nan melibatkan beragam pihak, mulai dari peternak hingga industri pengolahan.
"Di kembali setiap produk susu nan dikonsumsi masyarakat, terdapat proses panjang nan dimulai dari pengelolaan peternakan hingga pengolahan modern nan memastikan susu tetap aman, higienis, dan bernutrisi. Teknologi seperti UHT membantu menjaga kualitas makro dan mikro nutrien dalam susu, sekaligus membikin produk susu lebih kondusif dan mudah diakses masyarakat di beragam wilayah dan sesuai dengan kebutuhan nutrisi pada setiap tahap kehidupan," ujarnya.
Menurut Epi, penguatan produksi susu segar nasional memerlukan ekosistem nan terintegrasi melalui kerjasama antara peternak, industri, akademisi, dan pemerintah. Dengan kerjasama nan kuat, kualitas susu dapat terus terjaga mulai dari proses produksi di peternakan hingga sampai ke tangan konsumen.
Ekosistem dari hulu hingga hilir
Lebih jauh, Intan menjelaskan bahwa komitmen perusahaan tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan produk susu bernutrisi bagi masyarakat, tetapi juga melalui pembangunan ekosistem susu nasional nan berkelanjutan.
Hal tersebut sejalan dengan tujuan perusahaan nan mengusung semangat Nourishing Indonesia, ialah menghadirkan nutrisi nan lebih baik bagi masyarakat melalui kerjasama dari hulu hingga hilir.
Saat ini, FFI bekerja sama dengan koperasi susu nan menaungi lebih dari 30.000 peternak sapi perah lokal. Kemitraan tersebut didukung pengembangan teknologi pengumpulan susu segar, peningkatan kualitas produksi, serta penemuan produk nan disesuaikan dengan kebutuhan konsumen di beragam tahap kehidupan.
Komitmen tersebut turut diperkuat melalui akomodasi produksi modern FFI di Cikarang nan mulai beraksi pada 2024. Pabrik berteknologi modern berkepanjangan nan berdiri di atas lahan seluas 25,4 hektare alias setara lebih dari 35 lapangan sepak bola itu mempunyai kapabilitas produksi hingga 700 juta kilogram produk susu per tahun.
Dengan support pasokan susu segar dari puluhan ribu peternak lokal nan tersebar di Pulau Jawa, akomodasi tersebut menjadi bagian krusial dalam upaya menghadirkan produk susu berkualitas, bernutrisi, dan terjangkau bagi ratusan juta konsumen Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
Peternak jadi ujung tombak
Dari sisi hulu, peternak sapi perah lokal Rumini menilai kualitas susu nan baik lahir dari konsistensi peternak dalam menerapkan Good Dairy Farming Practices serta kemauan untuk terus belajar meningkatkan produktivitas.
Rumini merupakan salah satu peserta Young Progressive Farmers Academy (YPFA), program pengembangan peternak nan dijalankan FFI untuk mendorong lahirnya generasi peternak sapi perah nan lebih modern dan berkekuatan saing.
"Saya bangga menjadi peternak wanita nan bisa berkontribusi dalam perjalanan menghadirkan nutrisi bagi generasi dan family Indonesia. Kami para peternak terus belajar meningkatkan kualitas dan jumlah produksi susu segar melalui praktik peternakan nan lebih modern dan berkelanjutan. Didampingi Frisian Flag Indonesia, kami terus membangun diri menjadi peternak sapi perah nan lebih baik, bisa mengelola peternakan secara berkelanjutan," katanya. (E-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·