Harga Telur Masih Anjlok, Kuota Jagung Pakan Diusulkan Tambah 150 Ribu Ton

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengusulkan penambahan kuota program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan hingga 150 ribu ton.

Langkah ini diambil menyusul kondisi nilai telur di tingkat peternak nan saat ini tetap belum menyentuh Harga Acuan Pembelian (HAP) nan ditetapkan pemerintah di Rp 26.500 per kilogram (kg).

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengakui perkembangan nilai telur di produsen tetap belum membaik. Saat ini, pihaknya terus berupaya eskalasi nilai terus dilakukan agar level nilai peternak dapat lebih membaik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perkembangannya di sisi produsen ini tetap rendah sehingga kami sedang mengupayakan penaikan di tingkat produsen. Mungkin bakal berefek pada IPH (Indeks Perkembangan Harga) nantinya. Tapi jika kita memandang di sisi konsumen memang juga tetap di bawah Rp 30.000," ujar Ketut dalam keterangan tertulis, Kamis (20/8/2026).

Dalam pantauan Bapanas, per 19 Agustus rerata nilai telur ayam tingkat peternak berada di Rp 22.978 per kg alias 13,29% di bawah HAP dan ayam broiler tingkat peternak di Rp 24.849 per kg alias 0,6% di bawah HAP. Sementara rerata nilai telur ayam dan daging ayam di tingkat konsumen masing-masing Rp 28.097 per kg dan Rp 40.639 per kg.

"Kalau daging ayam ras memang mengalami sedikit kenaikan tapi tetap relatif di posisi nilai referensi dan apalagi jika di tingkat produsen tetap di bawah HAP. Nah tentu di tingkat konsumen ada beberapa nan memang sudah tinggi di atas HAP, maka pemerintah secara berbareng melakukan langkah-langkah intervensi nan bisa dilakukan," kata Ketut.

Ketut menambahkan Bapanas secara resmi telah mengusulkan kepada Kementerian Koordinator Bidang Pangan untuk dapat diadakan Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas). Rakortas diharapkan dapat membahas dan memutuskan penambahan kuota program SPHP jagung pakan sebanyak 150 ribu ton.

"Beberapa waktu nan lampau Bapak Kepala Bapanas sudah mengundang seluruh asosiasi peternakan telur di Surabaya untuk memastikan bahwa pemerintah bakal melakukan intervensi. Pada kesempatan tersebut sudah disepakati bahwa untuk mengendalikan harga, unlock-nya nilai telur di tingkat produsen ini, Bapak Kepala Bapanas sudah memutuskan untuk menambah SPHP jagung sebanyak 150 ribu on," beber Ketut.

Sebagai informasi, program SPHP jagung pakan tahun 2026 telah dimulai sejak awal Mei lalu. Total kuota salur ditetapkan sebanyak 213,2 ribu ton nan terdiri dari kebutuhan jagung pakan bagi golongan peternak skala upaya mikro, kecil, dan menengah.

Kuota sebanyak 138,65 ribu ton dengan dugaan kebutuhan 3 bulan bagi golongan peternak mikro. Kemudian 50,37 ribu ton dengan dugaan kebutuhan 2 bulan bagi golongan peternak mini dan 24,17 ribu ton dengan dugaan kebutuhan 1 bulan bagi peternak menengah.

"Nanti kita menunggu rakortas di Kemenko Pangan, sehingga dapat membantu peternak nan menghadapi kondisi relatif nilai pakan agak naik sedikit. Kemudian DOC (Day Old Chicks) dan lain sebagainya. Dengan adanya tambahan SPHP jagung ini, angan kita peternak tetap bisa membeli pakan dengan nilai nan relatif wajar," tambah Ketut.

Adapun realisasi salur SPHP jagung pakan per 18 Agustus telah mencapai 49,97 persen dari total sasaran 213,2 ribu ton. Secara jumlah sebanyak 120,31 ribu ton telah diakses peternak nan tersebar di 28 provinsi. Daerah dengan jumlah peternak tertinggi adalah Jawa Timur dengan 3.672 peternak dan Jawa Tengah 2.012 peternak.

"Oleh lantaran itu, dengan kendali-kendali nan kita lakukan, mudah-mudahan relatif nilai telur baik di produsen maupun di konsumen, nantinya bisa terkendali dengan baik dan sesuai dengan nilai referensi nan kita tetapkan," sebut Ketut.

Sebelumnya, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah bakal terus mengawal kesiapan jagung bagi peternak. Amran telah menginstruksikan Bulog untuk terus melayani peternak unggas nan memerlukan jagung pakan dengan nilai lebih ekonomis.

"Menambah dan memperpanjang SPHP. Nah itu Bulog, tanggung jawab saya, Bulog, perpanjang sepanjang-panjangnya. Selama peternak butuh, kasih, titik, mudah, jangan ada basa-basi. SPHP Bulog kita lanjutkan sampai akhir tahun," tutur Amran.

Untuk diketahui, nilai jagung pakan nan ditetapkan Bapanas antara lain Rp 5.000 per kg dengan pengambilan di Gudang Bulog dan nilai maksimal di Rp 5.500 per kg di tingkat peternak. Penyaluran SPHP jagung pakan dilakukan melalui koperasi alias asosiasi kepada personil nan telah terdaftar dalam SK Menteri Pertanian.

Terhadap penyaluran ke wilayah sentra produksi jagung kudu mempertimbangkan periode panen raya, kondisi nilai jagung di tingkat petani dan juga di tingkat peternak. Ini krusial agar tidak berimplikasi negatif terhadap nilai jagung nan terlalu dalam di tingkat petani wilayah setempat.

(rea/hns)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance