Harga Pertamax Turun, Bahlil Buka Suara

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka bunyi soal penurunan nilai BBM non-subsidi, termasuk Pertamax. Harga Pertamax diketahui turun dari mulanya Rp 16.250 menjadi Rp 15.950 per liter, sementara Pertamax Turbo juga turun dari Rp 19.300 menjadi Rp 18.300 per liter.

Menurut Bahlil, penurunan nilai dipengaruhi oleh melemahnya nilai minyak dunia. Artinya, andaikan nilai minyak bumi turun maka nilai BBM non-subsidi memang sudah semestinya ikut terkoreksi. Sebaliknya, jika nilai minyak bumi kembali naik, nilai BBM non subsidi juga bakal mengalami penyesuaian.

"Ya kan saya dari awal katakan bahwa menyangkut dengan BBM nan non subsidi itu harganya itu kan memang bakal mengikuti nilai pasar dunia, ICP. Jadi jika nilai dunianya turun, dengan sendirinya bakal terkoreksi. Tapi jika naik, pasti juga bakal naik," jelas Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan sekarang kan lagi turun. Dan kemudian badan upaya swasta melakukan koreksi terhadap penurunan nilai itu," sebutnya menambahkan.

Saat ditanya mengenai arah nilai BBM ke depan di tengah dinamika geopolitik global, Bahlil mengatakan perihal tersebut bakal berjuntai pada perkembangan kondisi dunia.

Harga BBM Subsidi Tak Berubah
Meski demikian, Bahlil memastikan nilai BBM subsidi tidak bakal mengalami kenaikan. Dia menegaskan pemerintah tetap berkomitmen menjaga nilai BBM subsidi lantaran porsinya mencapai sekitar 80% dari total konsumsi BBM nasional.

"Yang krusial adalah BBM subsidi itu tidak bakal naik, itu nan paling penting. Karena total pemakaian BBM 80% itu subsidi, nan non subsidi itu 20%. Itu kan bagi nan mampu, bagi saudara-saudara kita nan bisa gitu lho," tutur Bahlil.

"Kalau nan 80% itu tetap menjadi bagian nan di tanggung jawab oleh pemerintah ialah subsidi," pungkasnya menekankan.

Adapun BBM subsidi sendiri sejauh ini ada Pertalite dengan RON 90 nan dihargai tetap Rp 10.000 per liter, ada juga solar subsidi dengan nilai nan juga tidak berubah tetap Rp 6.800 per liter.

(ily/hal)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance