Tangguh Yudha
, Jurnalis-Kamis, 29 Januari 2026 |17:39 WIB
Harga Emas (Foto: Okezone)
JAKARTA - Di tengah lonjakan harga emas nan menembus Rp3 juta per gram, transaksi emas terpantau ramai, apalagi didominasi oleh pembeli nan menjadikan emas sebagai instrumen investasi.
Suki, pedagang emas di Pasar Emas Cikini, menyarankan masyarakat untuk lebih memilih membeli logam mulia dibandingkan perhiasan. Menurutnya, logam mulia lebih tepat sebagai investasi untuk disimpan dalam jangka panjang.
"Kalau beli perhiasan ya cukup untuk dipakai saja, tetapi jika untuk disimpan harusnya logam mulia, jangan nan perhiasan," ungkapnya saat diwawancarai pada Kamis (29/1/2026).
Suki menjelaskan bahwa emas, khususnya logam mulia bisa menjaga nilai duit dari tekanan inflasi dan kenaikan nilai peralatan kebutuhan. Ia menyebut emas dan perak mempunyai nilai nan relatif stabil sejak dahulu.
"Emas dari dulu sampai sekarang, apalagi dikatakan emas dan perak itu uangnya Tuhan," ujarnya.
Dia juga menyinggung kebijakan negara-negara besar seperti China dan Amerika Serikat nan menyimpan persediaan emas dalam jumlah besar. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk melindungi nilai mata duit nan diedarkan sekaligus memperkuat kekuatan ekonomi nasional.
"China, negara-negara Amerika kan cadanganya berton-ton itu. Ya, kenaikan itu lantaran mereka nan membeli dalam jumlah besar, agar dia dapat melindungi uangnya itu nan diedarkan. Dan juga punya kekuatan ekonomi di dunia," terang Suki.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·