Harga emas dunia melemah di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS). Lonjakan inflasi nan lebih tinggi dari perkiraan memicu pandangan bahwa bank sentral AS alias Federal Reserve (The Fed) bakal mempertahankan suku kembang tinggi lebih lama, apalagi berpotensi kembali menaikkannya.
Berdasarkan info Trading Economics, nilai emas dunia turun ke USD 4.530 per ons pada Jumat (15/5). Secara mingguan, logam mulia tersebut juga berada di jalur penurunan sekitar 4 persen.
Pelemahan nilai emas dipicu meningkatnya tekanan inflasi di AS. Tingkat inflasi tahunan di AS meningkat menjadi 3,8 persen pada April 2026, tertinggi sejak Mei 2023. Angka itu juga naik dibandingkan pada Maret 2026 nan ada di 3,3 persen.
Kondisi tersebut meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed belum mempunyai ruang untuk melonggarkan kebijakan moneternya dalam waktu dekat. Pasar sekarang mulai menyesuaikan proyeksi terhadap arah suku kembang AS.
“Pasar sekarang sepenuhnya menghapus ekspektasi pemangkasan suku kembang The Fed tahun ini, dengan sebagian pelaku pasar mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku kembang pada Desember,” tulis Trading Economics.
Tekanan inflasi juga dipengaruhi kondisi geopolitik nan belum mereda. Konflik berkepanjangan di Timur Tengah dan nyaris terhentinya aktivitas di Selat Hormuz disebut mengganggu rantai pasok daya global.
Selat Hormuz merupakan jalur perdagangan daya krusial nan menjadi penghubung utama pengiriman minyak dan gas dunia. Gangguan di wilayah tersebut memicu kenaikan nilai daya dan memperbesar akibat inflasi global.
Di tengah situasi itu, Presiden AS Donald Trump juga dilaporkan berjumpa Presiden China Xi Jinping untuk membahas upaya menjaga Selat Hormuz tetap terbuka untuk mempertahankan kelancaran perdagangan energi.
Sementara itu, India mengambil langkah tambahan untuk menahan tekanan terhadap mata duit domestiknya dengan memperketat patokan impor emas. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai tukar rupee di tengah gejolak pasar global.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·