Ilustrasi(MI/Rendy Ferdiansyah)
Dampak musim tandus mulai memicu lonjakan nilai sejumlah komoditas ramuan dapur di wilayah Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung (Babel). Kenaikan paling signifikan terjadi pada komoditas cabe rawit dan kencur.
Kondisi ini dikonfirmasi oleh Mita, salah seorang pedagang ramuan dapur di Pasar Kite Sungailiat. Menurutnya, tren kenaikan nilai ini sudah berjalan selama kurang lebih empat hari terakhir.
"Ya, sudah empat hari ini harga cabai rawit dan kencur mengalami kenaikan," ujar Mita saat ditemui di Pasar Kite, Selasa (1/9/2026).
Mita merinci, harga cabe rawit saat ini telah menyentuh nomor Rp90.000 per kilogram. Padahal, sebelumnya nilai komoditas pedas tersebut tetap berada di kisaran Rp60.000 per kilogram.
Lonjakan serupa juga terjadi pada kencur. Bumbu dapur nan biasanya dijual seharga Rp45.000 per kilogram, sekarang meroket menjadi Rp75.000 per kilogram.
Ia menjelaskan bahwa aspek cuaca menjadi penyebab utama di kembali ketidakstabilan nilai ini. Musim tandus nan berkepanjangan mengakibatkan hasil panen petani menurun sehingga pasokan ke pasar menjadi terbatas.
"Kemarau ini sangat berpengaruh terhadap tanaman cabe dan kencur, makanya nilai melonjak tajam lantaran pasokan berkurang," terangnya.
Kendati demikian, Mita menyebut bahwa kenaikan nilai tidak terjadi secara merata pada seluruh jenis ramuan dapur. Beberapa komoditas lainnya terpantau tetap mempunyai nilai nan stabil.
"Kalau nan lain stabil semua, seperti cabe besar, bawang merah, dan bawang putih tidak ada kenaikan. Hanya cabe rawit dan kencur saja nan melonjak," pungkasnya. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·