Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan kenaikan nilai bahan bakar minyak (BBM) non subsidi tetap berpotensi berlanjut. Terutama seiring dengan adanya dinamika nilai daya dunia nan belum stabil.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaiman menyampaikan bahwa pemerintah telah mengisyaratkan adanya penyesuaian lanjutan untuk BBM non subsidi.
"Kalau nggak salah Pak Menteri sudah mengumumkan ya kemarin ya, bakal ada lagi seperti itu," ujar Laode ditemui di Kementerian ESDM, Senin malam (4/5/2026).
Laode menjelaskan, perubahan nilai tersebut tidak terlepas dari kondisi geopolitik internasional nan tetap bergejolak. Meski nilai mengalami kenaikan, pihaknya menegaskan konsentrasi utama pemerintah saat ini adalah menjaga ketahanan daya nasional.
"Yang paling krusial buat kita itu saat ini menjaga stok aja aman. Udah itu aja dulu, kita nggak usah pikirin dulu. Ini tapi stok kondusif aja udah, itu nan paling penting," kata Laode.
Sebagaimana diketahui, Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis diesel di jaringan SPBU swasta dan SPBU Pertamina kembali mengalami kenaikan.
Sebagai contoh, nilai BBM Diesel Primus milik VIVO nan dibanderol Rp30.890 per liter, kemudian BP Ultimate Diesel milik BP-AKR nan dibanderol Rp30.890 per liter.
Adapun Pertamina Dex juga mengalami kenaikan menjadi Rp 27.900 per liter alias naik dari sebelumnya Rp23.900 per liter.
(pgr/pgr)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·