Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka bunyi mengenai naiknya nilai Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis non subsidi baik di SPBU milik PT Pertamina maupun SPBU Swasta.
Sebagaimana diketahui, BBM non subsidi jenis diesel dilaporkan menembus kisaran Rp30.000 per liter di sejumlah SPBU swasta, dan juga SPBU Pertamina mencapai Rp 27.900 per liter untuk jenis Pertamina Dex dan Dexlite Rp 26.000 per liter.
Yang paling penting, kata Bahlil, nilai BBM subsidi tidak bakal mengalami kenaikan.
"Sekali lagi saya katakan bahwa untuk minyak subsidi baik itu bensin, solar maupun LPG tidak bakal ada kenaikan. Saya katakan tidak bakal ada kenaikan. Namun untuk BBM nan sifatnya industri alias hanya untuk orang-orang nan bisa itu penyesuaiannya berasas nilai pasar dan sesuai dengan peraturan menteri ESDM tahun 2022 ya," kata Bahlil, di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (5/5/2026).
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaiman menjelaskan bahwa kenaikan nilai BBM non subsidi, terutama diesel nan banyak digunakan sektor industri tidak lepas dari kondisi geopolitik dunia nan saat ini tetap bergejolak.
"Ya tentu jika kita perhatikan kan kondisi geopolitik ini tidak stabil ya. Naik turun, naik turun, naik turun," kata Laode ditemui di Kementerian ESDM Senin malam, (4/5/2026).
Meski begitu, menurut Laode pemerintah saat ini lebih memprioritaskan aspek ketahanan energi, khususnya dalam menjaga kesiapan pasokan BBM di dalam negeri. Dengan begitu, pemerintah belum berfokus pada intervensi harga.
"Yang paling krusial buat kita itu saat ini menjaga stok aja aman. Udah itu aja dulu, kita nggak usah pikirin dulu. Ini tapi stok kondusif aja udah, itu nan paling penting," katanya.
(pgr/pgr)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·