Jelang iduladha 1447 H, kebutuhan nilai bahan pokok berupa bawang merah, cabe merah, telur, beras, minyak goreng, dan sayuran merangkak naik di sejumlah pasar di Tasikmalaya.(MI/Kristiadi)
MENJELANG Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, nilai sejumlah kebutuhan bahan pokok di pasar tradisional wilayah Tasikmalaya, Jawa Barat, mulai merangkak naik. Kenaikan signifikan terpantau pada komoditas ramuan dapur, telur, minyak goreng, hingga sayuran, nan memicu keluhan dari masyarakat konsumen.
Santi, 37, seorang penduduk Purbaratu, mengungkapkan bahwa kenaikan nilai ini sudah terasa di beberapa pasar besar seperti Pasar Cikurubuk, Manonjaya, Singaparna, dan Pancasila. Menurutnya, selain aspek momentum hari besar, menipisnya pasokan dari wilayah penghasil menjadi pemicu utama.
"Kenaikan nilai kebutuhan pokok sangat terasa bagi pembeli lantaran semua merangkak naik, termasuk ramuan dapur. Namun, sejauh ini pemerintah wilayah belum terlihat melakukan upaya nyata untuk menstabilkan nilai bagi rakyatnya," ujar Santi, Rabu (20/5/2026).
Berdasarkan pantauan di lapangan, kenaikan nilai nan paling mencolok terjadi pada cabe merah besar nan sekarang menembus nomor Rp80 ribu hingga Rp87 ribu per kilogram. Bawang merah juga mengalami kenaikan dari semula Rp32 ribu menjadi Rp38 ribu per kilogram. Komoditas lain seperti minyak curah sekarang dibanderol Rp22 ribu per kilogram, minyak bungkusan Rp32 ribu per liter, dan gula pasir Rp18.500 per kilogram.
Daftar Kenaikan Harga di Pasar Tradisional Tasikmalaya:
| Cabai Merah Besar | Rp80.000 - Rp87.000 /kg |
| Bawang Merah | Rp38.000 /kg |
| Beras Premium | Rp14.000 - Rp15.000 /kg |
| Minyak Kemasan | Rp32.000 /liter |
| Telur Ayam | Rp28.000 /kg |
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Tasikmalaya, Sofian Zenal Mutaqien, membenarkan adanya tren kenaikan harga. Ia menyebut tingginya permintaan masyarakat nan tidak dibarengi dengan kelancaran pasokan menjadi penyebab utama.
"Kebutuhan bahan pokok jelang Iduladha di Pasar Tradisional Pancasila dan Cikurubuk memang mengalami kenaikan, terutama pada cabe merah, bawang merah, telur, beras, dan daging ayam. Hal ini dipicu permintaan nan tinggi sementara pasokan berkurang," jelas Sofian.
Ia merinci, cabe merah nan semula dijual Rp35 ribu sekarang melonjak ke Rp80 ribu per kilogram, sementara cabe merah keriting berada di nomor Rp50 ribu per kilogram. Pihaknya terus memantau kesiapan stok di tingkat pedagang guna memastikan pengedaran tetap melangkah meski nilai sedang bergolak di tingkat petani nan sebagian besar tetap menunggu masa panen. (AD/I-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·