Gunung Lewotobi Laki-Laki dan Ile Lewotolok Erupsi Hampir Bersamaan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-Laki dan Ile Lewotolok Erupsi Hampir Bersamaan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur(Dok Magma Indonesia)

DUA gunung api di Nusa Tenggara Timur (NTT), ialah Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur dan Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, meletus nyaris berbarengan pada Senin (22/6). 

Gunung Lewotobi Laki-Laki lebih dulu erupsi pada pukul 10.06 Wita, dengan tinggi kolom abu mencapai 300 meter di atas puncak, disusul Gunung Ile Lewotolok pada pukul 10.53 Wita. Tinggi kolom abu teramatai mencapai 800 meter di atas puncak guung alias 2.223 meter dia tas permkaan laut. 

"Terjadi satu kali gempa erupsi dengan amplitudo 5,9 mm dan lama gempa 111 detik," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki, Fransiskus Xaverius Masan, dikutip dari laporan pengamatan, Senin (22/6).

Selain gempa erupsi, tercatat dua kali gempa hembusan dengan amplitudo 2,9 hingga 3,7 mm dan lama gempa 32–36 detik. Petugas juga merekam empat kali tremor non-harmonik dengan amplitudo 2,9-7,4 mm dan lama 64–178 detik.

Aktivitas lainnya berupa satu kali gempa gelombang rendah (low frequency) dengan amplitudo 14,8 mm dan lama gempa 26 detik, serta dua kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 4,4-8,5 mm dan lama gempa 43-78 detik.

Menyikapi aktivitas vulkanik tersebut, masyarakat diingatkan untuk tidak beraktivitas di area berbahaya. Untuk Gunung Lewotobi Laki-Laki, penduduk dan visitor diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.

"Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki," tegas Fransiskus.

Selain itu, penduduk nan tinggal di sekitar aliran sungai nan berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Sementara itu, sesuai laporan Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok, kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan mengarah ke barat. Erupsi juga disertai dentuman kuat nan terdengar hingga area permukiman di sekitar gunung.

Aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan lama sekitar satu menit 30 detik. Saat ini status gunung tetap berada pada Level II alias waspada.

Masyarakat nan berada di sekitar kedua gunung api tersebut juga diimbau menggunakan masker alias penutup hidung dan mulut untuk mengurangi akibat abu vulkanik terhadap kesehatan pernapasan. (PO/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia