Gubernur Sultra Ikuti Peresmian Nasional 1.061 Koperasi Merah Putih, Sultra Siapkan Ratusan Unit Operasional

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Gubernur Sultra Ikuti Peresmian Nasional 1.061 Koperasi Merah Putih, Sultra Siapkan Ratusan Unit Operasional Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka mengikuti peresmian operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) secara serentak nasional nan dipimpin Presiden Prabowo Subianto, Sabtu (16/5).(MI/Rahmat Rullah)

Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka mengikuti peresmian operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) secara serentak nasional nan dipimpin Presiden Prabowo Subianto, Sabtu (16/5). Kegiatan nasional tersebut dipusatkan di Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, sementara jejeran pemerintah wilayah di seluruh Indonesia mengikuti secara virtual dari wilayah masing-masing. Di Sulawesi Tenggara, aktivitas dipusatkan di area Jalan Pasar Baruga, Kota Kendari.

Dalam kesempatan itu, Andi Sumangerukka menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam mendukung percepatan pembentukan dan operasional Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan berbasis desa dan kelurahan.“Di Sulawesi Tenggara, nan sudah operasional saat ini sebanyak 75 koperasi. Sementara nan sedang berproses mencapai 771 unit,” ujar Andi Sumangerukka saat mengikuti aktivitas peresmian nasional secara virtual.

Ia menjelaskan, koperasi nan telah dinyatakan siap operasional merupakan unit nan telah memenuhi seluruh persyaratan manajemen maupun kesiapan sarana pendukung. Pemerintah wilayah sekarang tinggal menunggu proses pengisian kebutuhan logistik dan pengedaran sembako dari pemerintah pusat.

Menurutnya, kehadiran Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat rantai pengedaran kebutuhan pokok di daerah.Andi Sumangerukka juga mengungkapkan bahwa pemerintah provinsi berbareng pemerintah kabupaten dan kota turut mendukung program tersebut melalui penyediaan aset dan lahan untuk pembangunan gedung koperasi.

“Ada beberapa wilayah nan kesulitan mencari aset. Karena itu pemerintah provinsi ikut menyiapkan, begitu juga kabupaten dan kota. Aset-aset wilayah digunakan untuk mendukung pembangunan Koperasi Merah Putih,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulawesi Tenggara, LM Shalihin mengatakan sasaran pemerintah wilayah adalah mendorong ratusan koperasi nan sedang berproses agar dapat rampung secara berjenjang hingga Agustus 2026. “Yang sudah 100 persen saat ini sebanyak 75 unit. Sementara nan sedang dalam proses ada 771 unit. Targetnya sebagian besar bisa tuntas pada Agustus mendatang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, secara keseluruhan terdapat 2.273 koperasi di Sulawesi Tenggara nan telah berbadan hukum. Namun, tidak seluruhnya masuk dalam tahap pertama operasional lantaran tetap ada sejumlah wilayah nan terkendala kesiapan lahan.

Menurut Shalihin, beberapa koperasi nan belum masuk tahap awal tetap menghadapi keterbatasan lahan, khususnya syarat minimal luas sekitar 1.000 meter persegi. Pemerintah pusat disebut bakal membuka tahan lanjutan bagi wilayah nan tetap dalam proses penyiapan lahan. “Bagi wilayah nan lahannya belum memenuhi syarat kemungkinan bakal masuk tahap berikutnya,” katanya.

Ia menambahkan, sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara menunjukkan progres pembangunan nan cukup cepat, terutama wilayah nan berada dalam cakupan Kodim Kendari seperti Konawe, Konawe Selatan, Konawe Kepulauan, dan Kota Kendari. Pemerintah juga memastikan pengedaran support operasional dan perlengkapan koperasi bakal mulai dilakukan pada awal hingga pertengahan Juli 2026, termasuk kendaraan operasional dan kebutuhan pendukung lainnya untuk koperasi nan telah siap beraksi penuh.

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan salah satu agenda strategis nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ekonomi desa, membuka lapangan kerja baru, serta membangun sistem pengedaran pangan dan kebutuhan pokok nan lebih merata hingga tingkat kelurahan dan desa. (X-6)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia