Jakarta -
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menyebut penyebab kebakaran rumah di kampung budaya wisata Sade Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, tetap di selidiki. Dia menduga kebakaran itu disebabkan lantaran kelisitrikan.
"Kemungkinan ada nan mengenai dengan elektriknya, dengan listrik nan ada, aliran listrik nan ada di situ," kata Lalu di JCC, Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Lalu menyebut setelah memastikan korban nan terdampak sudah tertangani, konsentrasi saat ini adalah melakukan restorasi. Sebab, kata dia, Kampung Adat Sade merupakan tempat nan bersejarah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah menangani korban, menangani apa, menangani masyarakat nan tinggal di situ nan 70 KK, sekarang kita konsentrasi untuk mempersiapkan restorasinya lantaran kita ini restorasi benda, apa namanya wilayah nan berhistoris begitu," ucapnya.
Lebih lanjut, Lalu menyebut pemulihan Kampung Adat Sade tidak bakal menghilangkan nilai sejarahnya. Dia menyebut biaya pemulihan desa budaya ini bakal sangat mahal.
"Nggak (akan menghilangkan nilai sejarah), justru itu kelak pasti prosesnya bakal sangat mahal lantaran kita kudu memastikan bahwa itu dibangun kembali seperti, namanya juga restorasi, kembali seperti semula," ujarnya.
Sebelumnya, personil Polda NTB dan Polres Lombok Tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki penyebab kebakaran di Kampung Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut. Hingga kini, penyebab kebakaran tersebut belum diketahui.
Garis polisi telah terpasang di letak kebakaran. Selain itu, sejumlah pejabat wilayah turut meninjau letak kejadian, mulai dari Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri hingga Wakil Bupati HM Nursiah.
"Iya, ini tim campuran dari Polda dan Polres. Kemudian rencananya kami meminta backup dari Bali," kata Kapolres Lombok Tengah Kombes Hariyanto kepada detikBali saat meninjau letak kejadian, Minggu (23/8).
Hariyanto mengatakan pihak kepolisian belum mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut lantaran proses penyelidikan tetap berlangsung.
"Sampai sekarang belum. Nanti menunggu hasil dari tim ini ya," tegasnya.
Hariyanto menjelaskan, sejak semalam hingga hari ini pihaknya telah menerjunkan sekitar 100 personel campuran dari TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah. Seluruh personel disiagakan untuk membantu proses pemindahan serta melakukan pengamanan di area sekitar letak kejadian.
(ial/fas)
44 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·