Pebulu tangkis tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung berlatih saat mengikuti Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Bulu Tangkis di PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu (16/4/2025)(ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/rwa.)
PENGURUS Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menghormati keputusan pengunduran diri atlet tunggal putri andalan, Gregoria Mariska Tunjung, dari pemusatan latihan nasional (pelatnas).
Langkah itu diambil setelah adanya komunikasi mendalam antara Gregoria Mariska Tunjung dengan Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian serta kepala pembimbing tunggal putri utama Imam Tohari.
Dalam surat pengunduran dirinya, Gregoria Mariska Tunjung menyampaikan apresiasi mendalam kepada jejeran pengurus dan tim pembimbing atas kepercayaan nan diberikan selama 12 tahun masa baktinya di Cipayung.
Alasan utama di kembali keputusan besar itu berangkaian dengan kondisi kesehatan Gregoria Mariska Tunjung nan tengah berjuang memulihkan diri dari gangguan vertigo. H
ingga saat ini, atlet kelahiran Wonogiri tersebut merasa belum pulih sepenuhnya sehingga memengaruhi kepercayaan dirinya untuk kembali ke lapangan pertandingan.
Selama memperkuat tim nasional, Gregoria Mariska Tunjung diakui telah memberikan kontribusi signifikan melalui dedikasi dan profesionalisme nan tinggi di kancah internasional. Pihak federasi menegaskan bahwa keputusan ini telah melalui pertimbangan matang dan PBSI mendoakan kesembuhan total bagi sang atlet demi masa depan kariernya.
“Gregoria adalah atlet nan telah memberikan banyak kontribusi dan kebanggaan untuk Indonesia. Kami menghormati keputusan nan diambil dan berambisi nan terbaik untuk kesehatan serta masa depannya,” ujar Kabid Binpres PP PBSI, Eng Hian dalam keterangannya. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·