Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), melalui aktivitas pembuatan ekoenzim dengan melibatkan nyaris 6.000 peserta dalam Jakarta Eco Future Festival (JEFF) 2026.
Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, capaian tersebut bukan sekadar prestasi seremonial, melainkan momentum untuk menjadikan aktivitas memilah sampah sebagai style hidup masyarakat Jakarta.
“Bahkan kita sudah memecahkan rekor 6.000 nan berperan-serta di dalam ekoenzim. Dan ini luar biasa, mungkin belum pernah terjadi di Republik Indonesia ini,” kata Pramono saat membuka Jakarta Eco Future Festival 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Ia mengatakan, rekor MURI tersebut menjadi bukti meningkatnya keterlibatan masyarakat ibu kota dalam mendukung pengelolaan sampah dari sumbernya. Pramono berujar, pencapaian nan lebih krusial adalah tumbuhnya kesadaran penduduk untuk menangani persoalan sampah secara berkelanjutan.
“Secara unik nan lebih menggembirakan adalah kesadaran kita untuk menangani sampah ini jauh lebih serius,” ujarnya.
Evaluasi Penanganan Sampah
Lebih lanjut, dia mengaku telah menginstruksikan jejeran Pemprov DKI Jakarta untuk menggelar rapat pertimbangan penanganan sampah setiap pekan. Langkah itu dilakukan agar perkembangan beragam program pengelolaan sampah dapat dipantau secara rutin.
Pramono menilai aktivitas memilah sampah kudu terus diperluas hingga menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat. Dia menilai, perubahan perilaku menjadi kunci utama dalam menyelesaikan persoalan sampah di Jakarta, seiring ibu kota bersiap memasuki usia 500 tahun pada 2027.
“Saya berambisi betul mengalami perbaikan dan mudah-mudahan aktivitas pilah sampah ini menjadi style hidup nan ada di Jakarta ini,” kata Pramono.
Baca buletin terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·