Ilustrasi ini menunjukkan dua family sistem planet nan berevolusi dari bintang nan berbeda(INAF / Universitat de València / pembuatan gambar dibantu oleh Gemini AI)
PARA intelektual sukses memetakan "genealogi kosmik" pada sistem planet di galaksi Bima Sakti. Hasil studi mengungkapkan bahwa sistem planet terbagi menjadi dua family utama, di mana sifat bintang induk menjadi penentu utama perkembangan dan nasib planet-planet di sekitarnya.
Tim peneliti nan dipimpin oleh Institut Nasional untuk Astrofisika Italia (INAF) menganalisis 300 sistem multiplanet terbaik dari lebih dari 1.000 sistem nan telah ditemukan di Bima Sakti. Penelitian ini membantu memperjelas gimana lingkungan di sekitar bintang muda memengaruhi kelangsungan hidup eksoplanet nan berpotensi menopang kehidupan.
Peneliti INAF, Diego Turrini, menjelaskan bahwa studi ini menjawab pertanyaan mendasar mengenai aspek nan membentuk karakter sistem planet saat ini, apakah ditentukan sejak lahir alias dibentuk oleh perkembangan seiring waktu.
"Pertanyaan mendasar nan kami mulai adalah: Apa nan menentukan karakter sistem planet seperti nan kita lihat hari ini? Apakah mereka ditetapkan saat lahir alias diukir oleh perkembangan seiring waktu? Kebenaran, pada akhirnya, rupanya berada di tengah-tengah," kata Diego Turrini.
"Hasil kami menunjukkan bahwa ada hubungan genetik antara sistem planet dan bintangnya, dan bahwa, tergantung pada bintang tempat mereka dilahirkan, hubungan ini juga menentukan nasib mereka," lanjut Turrini.
Dua Kelompok Utama dan Karakteristiknya
Penelitian nan diterbitkan dalam jurnal Nature Astronomy ini membagi sistem planet ke dalam dua golongan utama berasas karakteristiknya:
Keluarga Berukuran Luas dan Masif: Sistem ini mempunyai total massa antara dua hingga 10 kali massa Tata Surya kita. Planet-planet dalam golongan ini mengorbit bintang nan lebih masif dari Matahari, namun mempunyai konsentrasi komponen nan lebih berat dari hidrogen dan helium (logam) nan lebih rendah dibandingkan Matahari.
Keluarga Kompak dan Bermassa Rendah: Sistem ini terdiri dari planet-planet dengan massa dan ukuran nan sebanding, tersusun dalam konfigurasi nan rapat. Planet-planet ini mengorbit bintang dengan massa dan tingkat logam nan setara alias lebih rendah dari Matahari, dengan orbit nan umumnya jauh lebih dekat dibandingkan jarak Merkurius ke Matahari.
Pengaruh Bintang Induk terhadap Kestabilan Sistem
Para intelektual mengawasi bahwa penyimpangan orbit planet dari bagian lingkarannya menandakan riwayat ketidakstabilan gravitasional akibat tumbukan besar alias lontaran planet. Peristiwa bergolak seperti ini sangat sering terjadi pada family pertama, namun jarang ditemukan pada family kedua.
Tim peneliti juga melakukan simulasi perkembangan sistem planet dengan beragam kondisi awal untuk menguji konklusi mereka.
Supervisor penelitian dan peneliti INAF, Danae Polychroni, menuturkan sistem nan luas dan masif condong tidak stabil sejak awal.
"Skenario nan paling baik mereproduksi sifat dinamika family sistem nan luas dan masif adalah skenario di mana sistem tersebut tidak stabil sejak lahir," ujar Danae Polychroni. "Kelimpahan materi nan lebih besar tempat planet terbentuk di sekitar bintang induknya menyebabkan mereka lahir terlalu besar, mencegah sistem untuk tetap stabil."
Anggota tim dari Universitas Valencia Spanyol, Camilla Danielski, menambahkan bahwa tantangan utama dalam kajian info adalah memastikan keberadaan kedua family ini nyata dan bukan Ilusi akibat keterbatasan teknologi pengamatan saat ini. Penyelidikan membuktikan adanya keragaman struktural nan mendalam di antara sistem-sistem planet tersebut. (Space/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·