Gempa mengguncang Pangandaran 4,6 manitude, Kamis (21/5)(Dok.BMKG)
GEMPA bumi berkekuatan magnitudo 4.6 mengguncang Kabupaten Pangandaran hari ini (21/5) sekitar pukul 04:4 WIB. Gempa Pangandaran terletak di koordinat 8.34 LS dan 108.25 BT tepat pada jarak 76 kilometer Barat Daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat kedalaman 23 kilometer.
Andik Sutikno, 50, penduduk Kecamatan Parigi mengatakan, gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,6 terjadi pagi di Kabupaten Pangandaran getaran terasa di dalam rumah dan sebagian tetangga lari keluar dengan membawa anak selamatkan diri. Namun, getaran gempa mengagetkan family sebelum solat subuh meski di family tidak ada korban.
"Gempa bumi nan terjadi memang terasa membikin tetangga rumahnya berlari keluar untuk menyelamatkan diri, semuanya takut pada lantaran gempa sebelumnya pernah terjadi. Akan tetapi, setelah kejadian kami dan tetangga kembaloli masuk rumah dan melihqlat gelombang air laut tetap normal," ujar, Andik, Kamis (21/5/2026).
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Abdul Azis Riswandi mengatakan, gempa bumi 4.6 magnitudo nan terjadi berpusat di Kabupaten Pangandaan kedalaman 23 kilometer tersebut tak berpotensi tsunami. Namun, rumah terdampak gempa tersebut tetap belum menerima laporan kerusakan di Tasikmalaya.
"Relawan BPBD di beberapa letak tengah melakukan cek rumah pasca gempa bumi nan dirasakan masyarakat di Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya. Karena, letak terpusat di Kabupaten Pangandaran dan getaran terasa di Kota Tasikmalaya tapi gelombang laut Cipatujah tetap tetap normal," paparnya.
Berdasarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gempa bumi tektonik magnitudo 4.6 terjadi Kamis (21/5) sekitar pukul 04.4.56 WIB di wilayah Kabupaten Pangandaran, hasil kajian menunjukkan gempa bumi mempunyai parameter pembaruan magnitudo 4.7. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8.27 LS dan 108.25 BT, alias tepatnya pada jarak 68 Kilometer Barat Daya Kabupaten Pangandaran Jawa Barat Barat kedalaman 21 km.
Dengan memperhatikan letak episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi nan terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif bawah laut.
Berdasarkan laporan masyarakat, gempa bumi dirasakan di wilayah Tasikmalaya, Garut dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu), di Ciamis dengan skala intensitas II - III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu), hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan gedung sebagai akibat gempa bumi tersebut. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·