Geger Pria Loncat ke Rel Saat KRL Masuk Stasiun Tanah Abang

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Jakarta -

Informasi dalam tulisan ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan indikasi depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak nan dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Aksi seorang laki-laki loncat ke rel saat KRL memasuki Stasiun Tanah Abang viral di media sosial. Pria tersebut diduga hendak bunuh diri.

Peristiwa tersebut terjadi di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Senin (7/9) sore sekitar pukul 17.50 WIB. Dalam rekaman video nan beredar, laki-laki tersebut dinarasikan tiba-tiba loncat ke rel sesaat sebelum KRL tujuan Manggarai masuk ke jalur 2.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria itu kemudian naik ke atas peron. Setelah itu, laki-laki tersebut dinarasikan melakukan 'sujud'. Petugas keamanan di stasiun segera mengamankan laki-laki tersebut.

"Petugas pengamanan Stasiun Tanah Abang mengamankan seorang nan diduga mau melakukan tindak bunuh diri dengan melompat ke jalur rel peron 2 pada Senin sore, (7/9) sekitar pukul 17.50 WIB," kata VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda, dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).

Mulanya, laki-laki tersebut loncat ke jalur rel sesat sebelum Commuter Line tujuan Manggarai masuk jalur 2. Masinis nan bekerja kemudian melakukan pengereman untuk menghindari laki-laki itu tertemper kereta.

"Usai pengereman, nan berkepentingan segera melompat kembali ke atas peron," ucapnya.

Diamankan petugas

Masinis langsung berkoordinasi dengan petugas pengamanan Stasiun Tanah Abang untuk mengamankan nan bersangkutan. Pria itu kemudian dibawa ke pos pengamanan untuk dimintai keterangan.

"Kejadian ini tidak menimbulkan hambatan operasional dan perjalanan Commuter Line kembali melangkah melayani naik turun pengguna di peron 2 Stasiun Tanah Abang secara normal," ujar Karina.

"KAI Commuter mengimbau kepada seluruh pengguna untuk tidak melakukan tindakan nan dapat membahayakan perjalanan Commuter Line dan dirinya sendiri," imbuhnya.


Diduga Gangguan Jiwa

Polisi mengatakan laki-laki tersebut diduga dalam kondisi mengalami gangguan kesehatan mental. Petugas keamanan dan polisi sempat mengamankan laki-laki tersebut setelah melakukan tindakan membahayakan.

"Saat dimintai keterangan dan diinterogasi, penumpang condong tutup mulut dan menunjukkan indikasi gangguan kesehatan mental," kata Kapolsek Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo saat dihubungi, Selasa (8/9).

Polisi tidak melanjutkan interogasi lantaran memandang kondisi mental laki-laki itu nan tidak stabil. Untuk itu, polisi menghubungi pihak family dan pusat rehabilitasi.

"Namun orang tua penumpang sedang berada di luar kota. PKD berkoordinasi dan menghubungi Yayasan Pusat Rehabilitasi Madani Mental Health Care tempat penumpang tersebut menjalani perawatan," jelasnya.

Petugas dari pusat rehabilitasi datang menjemput laki-laki tersebut, pada Senin (7/9) malam, sekitar pukul 19.53 WIB.

"Pukul 20.00 WIB PKD Stasiun Tanah Abang berbareng BKO marinir serah terima penumpang kepada petugas Yayasan Pusat Rehabilitasi Madani Mental Health," katanya.

(dek/rfs)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News