Garuda Cek Pesawat Sebelum Terbang Lagi Imbas Abu Vulkanik

Sedang Trending 22 jam yang lalu
Jakarta -

Ratusan penerbangan di Indonesia dibatalkan sejak hari Minggu kemarin imbas ditutupnya beberapa airport lantaran sebaran abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Penerbangan baru bisa kembali dilakukan Selasa kemarin setelah airport dibuka.

Kembali dibukanya airport menjadi bagian krusial dari pemulihan penerbangan setelah terdampak abu vulkanik. Namun, sebelum pesawat kembali melayani penumpang, semua maskapai mulai menyiapkan kondisi teknis armadanya melalui pemeriksaan dan pembersihan serta perawatan sesuai petunjuk pabrikan.

Proses seperti ini juga dilakukan oleh maskapai pelat merah Garuda Indonesia. Setiap armada Garuda menjalani penanganan berasas kondisi dan hasil pemeriksaan masing-masing. Direktur Teknik Garuda Indonesia, Mukhtaris, menjelaskan bahwa kebutuhan penanganan dapat berbeda pada setiap pesawat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemeriksaan menjadi dasar untuk menentukan tindakan nan diperlukan pada masing-masing pesawat. Kami memastikan seluruh pemeriksaan dan perawatan nan dipersyaratkan telah diselesaikan sesuai pedoman pabrikan sebelum pesawat dinyatakan laik terbang dan kembali melayani penumpang," ujar Mukhtaris dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).

Abu vulkanik memerlukan penanganan unik lantaran partikelnya dapat menempel pada permukaan pesawat maupun masuk ke area komponen dan sistem. Oleh lantaran itu, penanganannya tidak hanya mencakup pembersihan bagian nan terlihat, tetapi juga pemeriksaan area nan berpotensi terdampak sesuai petunjuk pabrikan.

Pada pesawat nan parkir, perhatian antara lain diberikan pada bagian atas badan pesawat, sayap, dan ekor horizontal, tempat abu dapat mengendap. Saluran masuk udara serta bagian terbuka pada perangkat roda pendaratan juga diperiksa. Apabila pesawat mengalami paparan saat terbang, pemeriksaan turut mencakup kaca kokpit, bagian depan sayap, dan komponen mesin sesuai ketentuan pabrikan.

Proses Pembersihan

Penanganan dimulai dengan pemeriksaan awal pada bagian luar pesawat, mesin, saluran masuk udara, sensor, serta komponen lain nan berpotensi terdampak. Hasilnya menjadi referensi bagi teknisi untuk menentukan area nan perlu dibersihkan maupun memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Area nan terdampak kemudian dibersihkan menggunakan metode dan material sesuai petunjuk pabrikan. Pemilihan langkah pembersihan menjadi krusial untuk menjaga kondisi komponen sekaligus mencegah abu masuk lebih jauh ke dalam sistem pesawat.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan perlunya penanganan tambahan, teknisi melanjutkan pemeriksaan dan perawatan sesuai ketentuan teknis nan disetujui. Dengan demikian, tindakan nan dilakukan mengikuti kebutuhan setiap pesawat berasas hasil pemeriksaan.

Tahap berikutnya adalah verifikasi kelaikudaraan, ialah memastikan pesawat memenuhi persyaratan teknis untuk dapat dioperasikan dengan aman. Pesawat hanya kembali melayani penerbangan setelah seluruh pekerjaan nan dipersyaratkan selesai dan status kelaikudaraannya memenuhi ketentuan nan berlaku.

Upaya menjaga kondisi pesawat dilakukan sejak armada berada di area nan berpotensi terdampak. Berkoordinasi dengan pengelola bandara, Garuda Indonesia melakukan tindakan perlindungan melalui pemasangan penutup pada mesin, saluran masuk udara, sensor, dan komponen lainnya sesuai petunjuk pabrikan.

Langkah perlindungan, pemeriksaan, pembersihan, dan perawatan tersebut menjadi bagian nan saling melengkapi dalam memastikan kesiapan armada. Bersamaan dengan proses ini, Garuda Indonesia terus memantau info keselamatan penerbangan dan berkoordinasi dengan otoritas penerbangan, pengelola bandara, serta pihak mengenai untuk mendukung pemulihan operasional secara bertahap.

"Keselamatan selalu menjadi prioritas utama kami dan landasan setiap keputusan operasional. Kami memahami bahwa penyesuaian penerbangan turut memengaruhi rencana dan waktu berbobot para penumpang. Kepercayaan nan diberikan menjadi tanggung jawab kami untuk memastikan kesiapan pesawat dan layanan, agar setiap perjalanan dapat kembali bersambung dengan kondusif dan nyaman," tutup Mukhtaris.

(hal/ara)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance