Gapembi Bantah Tolak MBG Disetop saat Libur: Tak Dikomunikasikan ke Mitra

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Alven menilai, dalam prinsip tata kelola pemerintahan nan baik (good governance), setiap kebijakan baru semestinya selaras dengan izin nan lebih tinggi serta mempertimbangkan akibat hukum, administratif, dan operasional nan mungkin timbul.

Menurut dia, kebijakan nan muncul secara mendadak tanpa sosialisasi dan penjelasan nan memadai berpotensi menimbulkan kebingungan di tingkat pelaksana. Serta menciptakan ketidakpastian usaha, serta mengganggu keberlangsungan program nan telah berjalan.

“Karena itu kami meminta kejelasan, kepastian, dan konsistensi regulasi. Jangan sampai ada patokan nan saling berbenturan sehingga menimbulkan multitafsir di lapangan. Hal seperti ini justru berpotensi memunculkan gejolak, sengketa, maupun tuntutan norma nan sebenarnya bisa dihindari sejak awal melalui komunikasi dan koordinasi nan baik,” katanya.

Meski demikian, Gapembi menegaskan tetap mendukung penuh program MBG sebagai program prioritas pemerintah nan bermaksud meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan menciptakan generasi Indonesia nan sehat serta produktif.

Alven juga mengapresiasi langkah BGN nan mulai memperkuat penerapan program MBG 3B, ialah jasa MBG nan secara unik menyasar golongan rentan untuk percepatan penurunan stunting. Program tersebut ditujukan bagi Bumil (Ibu Hamil), Busui (Ibu Menyusui), dan Balita usia enam bulan ke atas sebagai golongan penerima faedah prioritas.

Menurut dia, penguatan MBG 3B merupakan langkah strategis lantaran tidak hanya berfokus pada pemberian makanan bergizi, tetapi juga pada pengesahan info penerima manfaat, kerjasama lintas sektor, serta penyelarasan sistem pengedaran agar support betul-betul sampai kepada golongan nan paling membutuhkan.

“Program MBG 3B menunjukkan bahwa pemerintah serius menjadikan MBG sebagai instrumen percepatan penurunan stunting. Karena itu, kami berambisi seluruh kebijakan nan berangkaian dengan penyelenggaraan program, termasuk pengaturan operasional di lapangan, disusun secara matang dan dikomunikasikan dengan baik agar tujuan mulia tersebut dapat tercapai secara optimal,” ujar Alven.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita
↑