Gangguan Kulit Atopik Berpotensi Ganggu Tidur Anak hingga Aktivitas Keluarga

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Gangguan Kulit Atopik Berpotensi Ganggu Tidur Anak hingga Aktivitas Keluarga Melalui kampanye 'Together for Atopic Skin', Mustela menghadirkan edukasi mengenai pentingnya mengenali indikasi dermatitis atopik sejak dini, memahami kegunaan skin barrier, hingga pentingnya perawatan kulit nan konsisten.(Dok. Mustela)

DERMATITIS atopik alias nan lebih dikenal sebagai eksim bukanlah sekadar masalah kulit kering dan gatal. Pada anak, jika tidak ditangani secara tepat dan konsisten, penyakit kronis ini dapat mengganggu kualitas hidup si mini hingga aktivitas sehari-hari keluarga.

Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika, dr. Dia Febrina, Sp.DVE, FINSDV, mengatakan dermatitis atopik merupakan salah satu gangguan kulit nan cukup sering terjadi pada anak. 

"Berdasarkan info American Academy of Dermatology, diperkirakan satu dari lima anak mengalami dermatitis atopik, dengan akibat lebih tinggi pada anak nan mempunyai riwayat alergi, asma, alias eksim dalam keluarga," ujarnya pada kampanye Together for Atopic Skin di Jakarta, baru-baru ini.

Banyak orang tua tetap menganggap dermatitis atopik hanya kulit kering biasa, padahal pada kondisi ini terjadi gangguan skin barrier dan inflamasi nan membikin kulit terasa sangat tidak nyaman. "Terutama bagi anak nan belum bisa mengungkapkan apa nan mereka rasakan," kata dr. FX Clinton, Sp.DVE pada kesempatan sama.

Menurut dia, dermatitis atopik umumnya ditandai dengan kulit kering, kemerahan, rasa gatal, hingga gangguan tidur akibat rasa tidak nyaman nan muncul terus-menerus. Kondisi tersebut tidak hanya berakibat pada anak, tetapi juga memengaruhi orang tua dan dinamika family sehari-hari.

Dokter Spesialis Anak, dr. Kartika Eda, Sp.A, mengatakan dermatitis atopik nan tidak dikenali dan ditangani dengan tepat dapat berakibat pada kualitas tidur anak, mood, bonding dengan orang tua, hingga aktivitas harian keluarga. Karena itu, penanganan dermatitis atopik dinilai perlu dilakukan secara konsisten, bukan hanya ketika indikasi sedang kambuh.

Dokter ahli anak, dr. Fihzan Ginting, M.Ked(Ped), Sp.A, menjelaskan kulit atopik mempunyai skin barrier nan lebih rentan sehingga memerlukan perawatan unik untuk membantu menjaga kelembapan dan kenyamanan kulit sehari-hari. 

"Penting memilih produk nan memang dirancang unik untuk kulit atopik, dengan formulasi lembut dan dapat digunakan setiap hari untuk membantu menjaga kenyamanan kulit," ujarnya.

Selain perawatan rutin, pemahaman mengenai mikrobiom kulit juga mulai menjadi perhatian dalam penanganan dermatitis atopik. Data medis menunjukkan pada kulit atopik terjadi ketidakseimbangan mikrobiom, di mana kuman seperti staphylococcus aureus dapat mendominasi dan memicu peradangan kulit serta meningkatkan akibat kekambuhan. Karena itu, menjaga keseimbangan mikrobiom kulit dinilai menjadi salah satu bagian krusial dalam perawatan jangka panjang dermatitis atopik.

Melalui kampanye 'Together for Atopic Skin', Mustela menghadirkan edukasi mengenai pentingnya mengenali indikasi dermatitis atopik sejak dini, memahami kegunaan skin barrier, hingga pentingnya perawatan kulit nan konsisten. Brand Manager Mustela, Indira Natalia, mengatakan perawatan kulit atopik bukan hanya soal meredakan gejala, tetapi juga mendampingi family agar dapat menjalani proses perawatan dengan lebih nyaman.

Sebagai bagian dari kampanye tersebut, Mustela juga membentuk Mustela Medical Advisory Board nan terdiri dari master ahli kulit dan master ahli anak untuk menghadirkan edukasi berbasis medis bagi family Indonesia.

Selain edukasi medis, kampanye ini turut menggandeng Reisa Broto Asmoro sebagai figur publik sekaligus ibu nan mempunyai pengalaman mendampingi anak dengan kulit atopik.

"Sebagai orang tua, kita sering merasa sedih memandang anak terus merasa tidak nyaman. nan paling menenangkan adalah ketika kita akhirnya memahami kondisi anak dan tahu gimana merawatnya dengan tepat," terangnya.

Dalam mendukung perawatan kulit atopik, Mustela juga menghadirkan lini perawatan Stelatopia nan diformulasikan untuk membantu menjaga skin barrier dan keseimbangan mikrobiom kulit. Produk tersebut mengandung bahan alami seperti avocado perseose dan sunflower oil distillate serta ditujukan untuk penggunaan jangka panjang pada kulit atopik.

Edukasi mengenai dermatitis atopik kian krusial dilakukan mengingat banyak orang tua belum memahami bahwa kondisi tersebut berkarakter kronis dan memerlukan perawatan berkelanjutan. Dengan pemahaman nan lebih baik mengenai skin barrier, mikrobiom, dan pentingnya perawatan rutin, anak dengan dermatitis atopik diharapkan dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman serta mempunyai kualitas hidup nan lebih baik. (E-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia