Kemampuan digital sekarang menjadi kebutuhan krusial bagi guru. Teknologi tidak lagi hanya digunakan saat pembelajaran jarak jauh, tetapi juga menjadi bagian dari langkah pembimbing menyiapkan materi, berinteraksi dengan siswa, hingga membikin proses belajar lebih menarik dan mudah diakses.
Namun, kesiapan itu tidak selalu merata. Masih ada pembimbing nan memerlukan pendampingan untuk memanfaatkan teknologi dalam aktivitas belajar mengajar. Tantangannya bukan sekadar mengenal aplikasi, tetapi memahami gimana teknologi dapat membantu menyampaikan materi dengan lebih efektif.
Kebutuhan tersebut semakin terasa ketika pandemi COVID-19 nan kala itu memaksa aktivitas belajar beranjak ke ranah digital. Dalam waktu singkat, pembimbing kudu beradaptasi dengan pola pembelajaran baru. Di beberapa kondisi, proses belajar tetap terbatas pada pemberian tugas melalui aplikasi pesan singkat lantaran belum semua pembimbing terbiasa menggunakan platform pembelajaran daring.
Situasi itu mendorong Galih Suci Pratama—seorang pembimbing muda di Semarang—untuk ikut bergerak. Ia tidak hanya memandang persoalan sebagai kesulitan pribadi para guru, tetapi sebagai tantangan berbareng nan perlu dijawab melalui training dan pendampingan.
Galih kemudian menginisiasi training pembelajaran daring bagi para guru. Materinya dimulai dari hal-hal praktis nan sangat dibutuhkan saat itu, seperti penggunaan Google Classroom, Zoom, Google Meet, Google Form, hingga pemanfaatan situs web nan bisa digunakan sebagai media pembelajaran.
Pelatihan tersebut juga menjadi ruang bagi para pembimbing untuk memahami langkah mengelola kelas secara digital, membagikan materi dengan cepat, membikin evaluasi, hingga membangun komunikasi dengan siswa melalui platform nan sebelumnya belum berkawan digunakan.
Upaya itu kemudian berkembang lebih jauh. Galih berbareng rekan-rekannya juga mendorong pembimbing untuk membikin video pembelajaran agar materi dapat disampaikan dengan langkah nan lebih menarik. Video menjadi salah satu medium krusial lantaran bisa diputar ulang oleh siswa, digunakan lintas kelas, dan membantu menjembatani keterbatasan proses belajar tatap muka.
Pelatihan tersebut dilakukan secara berjenjang dengan melibatkan sekitar 800 pembimbing melalui tim tingkat kota, kecamatan, hingga wilayah nan lebih kecil. Dari proses itu, para pembimbing kemudian menghasilkan sekitar 1.600 video pembelajaran nan diunggah ke kanal YouTube Pembelajaran SD Kota Semarang.
Video-video tersebut disusun berasas kelas, tema, dan subtema pembelajaran. Materinya tidak hanya digunakan oleh pembimbing dan siswa di Semarang, tetapi juga dapat menjadi referensi bagi sekolah di beragam wilayah.
Inisiatif Galih ini, juga memperlihatkan pentingnya kerjasama antarguru. Ketika satu pembimbing mempunyai keahlian lebih dalam teknologi, pengetahuan itu dapat dibagikan kepada pembimbing lain. Dari proses saling membantu tersebut, lahir ekosistem belajar nan tidak hanya berakibat pada siswa, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri para pendidik.
Menariknya, faedah aktivitas ini tidak berakhir pada pembuatan materi pembelajaran. Pendapatan dari monetisasi kanal YouTube nan menampung video pembelajaran tersebut dimanfaatkan kembali untuk mendukung pengembangan kompetensi pembimbing dan membantu siswa nan memerlukan biaya pendidikan.
Atas kontribusinya, Galih Suci Pratama mendapatkan apresiasi SATU Indonesia Awards 2020 kategori unik Pejuang Tanpa Pamrih di Masa Pandemi Covid-19. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas upayanya membantu bumi pendidikan memperkuat di masa susah sekaligus mendorong pembimbing lebih siap menghadapi perubahan.
Cerita Galih menunjukkan bahwa rumor digitalisasi pendidikan tidak hanya berbincang tentang perangkat dan aplikasi. Di baliknya, ada kebutuhan untuk memastikan para pembimbing mempunyai kesempatan belajar, didampingi, dan diberi ruang untuk beradaptasi.
Ketika teknologi semakin melekat dalam kehidupan siswa, pembimbing juga perlu dibekali keahlian untuk memanfaatkannya secara tepat. Bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan memperkuat langkah mereka menyampaikan pengetahuan, membangun interaksi, dan menghadirkan pengalaman belajar nan lebih relevan.
Galih menjadi salah satu contoh anak muda nan memandang persoalan di sekitarnya lampau mengubahnya menjadi tindakan nyata. Dari Semarang, dia membuktikan bahwa kontribusi bagi pendidikan dapat dimulai dari ruang nan dekat: membantu sesama pembimbing agar tidak tertinggal dalam perubahan.
Jika Anda alias seseorang nan Anda kenal mempunyai program maupun tindakan nyata nan memberikan akibat positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar, SATU Indonesia Awards kembali dibuka. Tahun ini bisa menjadi kesempatan Anda alias orang nan Anda kenal untuk mengembangkan kontribusi tersebut lebih luas lagi.
Pendaftaran 17th SATU Indonesia Awards 2026 telah dibuka melalui situs resmi SATU Indonesia Awards.
Temukan kisah komplit Galih Suci Pratama serta cerita inspiratif lainnya mengenai kontribusi sosial, pemberdayaan masyarakat, dan penemuan berkepanjangan dalam ASTRA MAGZ jenis Juni 2026.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·