Ilustrasi karya seniman sosok Vintana sertichi.(Doc Lucille Betti-Nash)
SEKITAR 200 juta tahun nan lalu, saat daratan bumi tetap menyatu dalam sebuah superkontinen raksasa berjulukan Gondwana nan terdiri dari Antartika, Amerika Selatan, Afrika, India, dan Australia, hidup golongan mamalia misterius nan selama ini susah dilacak oleh para ilmuwan, ialah Gondwanatheria.
Kelompok ini sangat susah dipelajari lantaran minimnya penemuan fosil, namun sebuah tim peneliti sukses mengungkap salah satu personil paling menonjol dari golongan ini, ialah Vintana sertichi.
Vintana sertichi hidup sekitar 66 hingga 70 juta tahun nan lampau di wilayah nan sekarang kita kenal sebagai Madagaskar. Hewan ini berbagi kediaman dengan dinosaurus pada Zaman Kapur Akhir.
Nama "Vintana" sendiri diambil dari bahasa Malagasy nan berfaedah "beruntung", merujuk pada keberuntungan para peneliti saat menemukan fosilnya.
Mamalia Ini mempunyai indra pendengaran dan penglihatan nan tajam serta aktivitas nan gesit, tetapi juga mempunyai struktur tubuh nan unik dengan ekor pendek nan gempal. Secara fisik, Vintana mempunyai tampilan nan menyerupai marmot tanah, namun dengan ukuran nan jauh lebih besar.
Dengan berat mencapai 9 kilogram alias sekitar 19 pon, Vintana tercatat sebagai mamalia terbesar dari era Mesozoikum (252 hingga 66 juta tahun nan lalu) di bagian bumi selatan, nyaris tiga kali lipat ukuran marmot tanah dewasa saat ini.
Selama bertahun-tahun, pengetahuan intelektual mengenai Vintana hanya terbatas pada fosil tengkorak nan ditemukan pada tahun 2014.
Namun, sebuah studi nan diterbitkan dalam jurnal Cretaceous Research oleh Dr. Simone Hoffmann dari New York Institute of Technology dan Dr. David Krause dari Denver Museum of Nature & Science pada 2023, akhirnya sukses mengidentifikasi sisa-sisa postkranial alias bagian tubuh selain tengkorak untuk pertama kalinya.
Penemuan ini berasal dari kajian terhadap fosil tulang belakang nan ditemukan di Madagaskar.
Untuk memastikan identitas tulang tersebut, para peneliti menggunakan pemindai micro-Computed Tomography guna membandingkan model virtual tulang belakang tersebut dengan milik Adalatherium hui, mamalia serupa seukuran posum nan kerangkanya ditemukan nyaris komplit pada tahun 2020.
Hasilnya menunjukkan bahwa tulang belakang tersebut sangat mirip dengan struktur Adalatherium, namun ukurannya 40 persen lebih besar. Skala ukuran nan masif ini memastikan bahwa tulang ekor tersebut merupakan milik Vintana sertichi.
Meskipun penemuan ini hanya berupa satu tulang belakang nan terisolasi dari kerangka Vintana nan lebih besar, penemuannya memberikan info kunci tentang garis keturunan Gondwanatheria.
“Gondwanatheria mempunyai tulang ekor nan unik dan pendek, dan penemuan baru ini memberi tahu kita bahwa ekor Vintana apalagi lebih lebar dan lebih pendek daripada ekor Adalatherium nan sudah pendek,” ungkap Dr. Simone Hoffmann.
Temuan ini menjadi potongan teka-teki krusial dalam memahami gimana mamalia purba beradaptasi dan berkembang di superkontinen Gondwana sebelum akhirnya punah alias berevolusi menjadi bentuk-bentuk baru.
Sumber: Phys.org, Sci.News
English (US) ·
Indonesian (ID) ·