Forum Rektor Dukung Wacana Pemerintah Tutup Prodi Tak Relevan

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Forum Rektor Indonesia (FRI) memberi sinyal support terhadap wacana pemerintah untuk menutup program studi (prodi) di perguruan tinggi nan dinilai tak lagi relevan dengan kebutuhan industri dalam negeri.

Ketua Forum Rektor Indonesia Garuda Wiko mendorong agar perguruan tinggi terus relevan dengan perubahan nan sigap dan dinamis. Menurut dia, kampus kudu mencetak lulusan nan mempunyai pengetahuan dan skill masa depan.

"Nah saya kira ini tanggungjawab kita semua juga ya untuk mengevaluasi, untuk meng-insert sesuatu nan baru nan memang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan nan baru," kata Garuda saat dihubungi, Selasa (28/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, tantangan baru nan terus berkembang tak bisa dihadapi dengan cara-cara lama. Sehingga, perguruan tinggi kudu bisa beradaptasi dan mempersiapkan para lulusannya.

Artinya, kata Garuda, prodi-prodi di perguruan tinggi kudu direvitalisasi agar bisa menciptakan pengetahuan baru dan keahlian baru.

"Keberadaan prodi dan lain sebagainya itu ya dia kudu direvitalisasi lah. Selalu ada upaya-upaya pembaharuan dan lain sebagainya, saya kira itu," kata Rektor Universitas Tanjung Pura itu.

Forum Rektor, lanjut Garuda, hingga sekarang belum menyampaikan sikap resmi kepada pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) soal wacana penutupan prodi tak relevan dengan industri. Namun, pihaknya terus berbincang agar kampus bisa terus beradaptasi.

Dia mengakui, prodi-prodi pengetahuan non-terapan saat ini tetap jauh lebih diminati para calon mahasiswa. Oleh lantaran itu, kata Garuda, perlu ada formulasi agar persentasenya ke depan bisa berimbang.

"Ya kita kudu memang mendorong keseimbangan lah jumlah nan terapan dan
non-terapan itu," ujar Garuda.

Meski begitu, Garuda memahami kekhawatiran bahwa perguruan tinggi tak semata untuk mencetak para tenaga kerja. Namun, dia menilai kebutuhan terhadap SDM untuk menjawab tantangan industri jauh lebih dibutuhkan.

"Untuk mengembangkan pengetahuan, mengembangkan beragam aspek untuk menjawab kebutuhan alias tantangan-tantangan nan terjadi di masyarakat. Saya kira itu," katanya.

Wacana penutupan prodi nan tak relevan dengan bumi kerja didasarkan lantaran tingginya nomor lulusan dari prodi nan tidak terserap di bumi kerja.

Namun, Plt Sekjen Kemendiktisaintek Badri Munir Sukonco mengatakan penutupan prodi hanya opsi terakhir jika suatu program studi tidak lagi memenuhi standar mutu, tidak mempunyai keberlanjutan akademik nan memadai, dan tidak dapat lagi dikembangkan.

"Kemdiktisaintek menegaskan penutupan program studi bukanlah pilihan utama. Penutupan hanya opsi terakhir andaikan suatu program studi berasas pertimbangan menyeluruh tidak lagi memenuhi standar mutu, tidak mempunyai keberlanjutan akademik nan memadai, dan tidak dapat lagi dikembangkan melalui langkah-langkah pembinaan alias transformasi," kata Badri dalam keterangan tertulis, Selasa (28/4).

(fra/thr/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional