FKH UNAIR Terjunkan 330 Mahasiswa Awasi Kesehatan Hewan Kurban di Jawa Timur

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
FKH UNAIR Terjunkan 330 Mahasiswa Awasi Kesehatan Hewan Kurban di Jawa Timur Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya menurukan ratusan mahasiswa dalam program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) 2026 nan berfokus pada Pemeriksaan Ante Mortem dan Post Mortem Ternak Ruminansia selama proses pemotong(Dok. Istimewa)

FAKULTAS Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya mengambil langkah strategis dalam menjamin keamanan pangan asal hewan selama periode Idul Adha 2026. Melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), FKH UNAIR menerjunkan ratusan mahasiswa untuk melakukan pemeriksaan kesehatan ternak ruminansia di beragam wilayah Jawa Timur.

Dosen FKH UNAIR, drh. Rury Mega Wahyuni, menjelaskan bahwa program ini difokuskan pada pemeriksaan ante mortem (sebelum disembelih) dan post mortem (sesudah disembelih). Langkah ini bermaksud untuk memastikan hewan kurban nan dikonsumsi masyarakat memenuhi standar kesehatan dan kelayakan.

“Tujuannya adalah untuk meningkatkan keahlian mahasiswa dalam pemeriksaan kesehatan ternak ruminansia, memberikan pengalaman langsung di lapangan, serta mendukung pengawasan keamanan pangan asal hewan,” ujar Rury di Surabaya, Kamis (28/5).

Kontribusi Nyata Terhadap SDGs

Penerjunan mahasiswa ini bukan sekadar praktik akademik, melainkan bentuk kontribusi nyata UNAIR dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Secara spesifik, tindakan ini menyasar SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penyediaan pangan bergizi dan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pencegahan penyakit zoonosis.

Aksi nyata ini melibatkan 330 mahasiswa dengan komposisi nan komprehensif, terdiri dari:

  • 231 mahasiswa program S1
  • 40 mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH)
  • 15 mahasiswa S2 dari beragam program studi (sebagai supervisor)
  • 3 mahasiswa S3

Seluruh tim bergerak di bawah pengarahan ketat Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) masing-masing di tujuh wilayah cakupan, ialah Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Lumajang, dan Kediri.

Pentingnya Konsep One Health

Dekan FKH UNAIR, Lilik Maslachah, menekankan bahwa peran master hewan saat ini sangat strategis, terutama dengan munculnya ancaman penyakit baru seperti Hantavirus.

“Peran kita tidak bisa lagi dianggap sektoral, melainkan sangat strategis dalam menjaga kesehatan manusia. Sebab, kesehatan manusia tidak dapat dipisahkan dari kesehatan lingkungan dan hewan (One Health),” tegas Lilik.

Ia berambisi sinergi antara akademisi, dinas terkait, dan master hewan di wilayah penempatan dapat memastikan daging kurban nan beredar di masyarakat betul-betul aman, sehat, utuh, dan legal (ASUH). Melalui kerjasama ini, mahasiswa diharapkan bisa menunjukkan kompetensinya dalam pengabdian masyarakat sekaligus menjaga stabilitas kesehatan publik. (FL/I-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia