Film Pirunduk Tayang Mulai 22 Oktober, Angkat Mitos Ilmu Penakluk dari Banjar Kalsel

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Film Pirunduk Tayang Mulai 22 Oktober, Angkat Mitos Ilmu Penakluk dari Banjar Kalsel Ilustrasi(MI/Fathurrozak)

INDUSTRI perfilman Indonesia kembali memperkaya khazanah seram lokal dengan mengangkat mitos dari tanah Kalimantan. Film horor terbaru berjudul Pirunduk dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 22 Oktober mendatang. Film ini dibintangi oleh deretan tokoh ternama seperti Aulia Sarah, Bucek, dan Yoriko Angeline.

Pirunduk mengambil latar waktu tahun 1980-an, mengisahkan perjalanan hidup Siti (Aulia Sarah), seorang wanita asal Banjar, Kalimantan Selatan, nan terjebak dalam tragedi. Siti terpaksa menjadi istri Badarudin (Bucek) demi melunasi utang ayahnya. Namun, kehidupan rumah tangganya jauh dari bahagia; dia kerap mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) lantaran dianggap kandas memberikan keturunan.

Dalam keputusasaan menghadapi rumah tangga nan retak dan kehadiran istri muda suaminya, Ratih (Yoriko Angeline), Siti mengambil langkah ekstrem. Ia nekat melakoni pengetahuan hitam terlarang berjulukan Pirunduk, sebuah kekuatan pengetahuan penakluk untuk mendapatkan kecantikan kekal dan menundukkan hati suaminya. Namun, kecantikan semu tersebut menuntut penghasilan mahal nan akhirnya menjadi teror mematikan bagi family dan seluruh penduduk desa.

Sutradara movie Pirunduk, Billy Christian, mengungkapkan harapannya agar karya ini dapat memicu sineas lain untuk menggali lebih dalam kekayaan legenda urban di luar pulau Jawa. "Semoga movie ini bisa menjadi pemicu buat teman-teman sineas lain di Indonesia untuk mengangkat tema-tema lokal. Saya percaya Indonesia itu punya banyak sekali mitos-mitos dan legenda," ujar Billy saat aktivitas gala premiere di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Kamis (15/10).

Senada dengan Billy, penulis skenario sekaligus produser dari Bimasakti Pictures, Budi Ismanto, menegaskan bahwa movie ini membawa warna baru bagi aliran seram nasional. Menurutnya, selama ini layar lebar Indonesia tetap didominasi oleh cerita seram berlatar budaya Jawa.

"Ini cerita tentang pengetahuan hitam nan memang terkenal di tanah kami, tanah Banjar Kalimantan Selatan. Semoga movie ini bisa menjadi movie nan disukai. Selama ini kita didominasi dengan cerita seram berlatar Jawa, kali ini kami bawa warna baru dari Kalimantan," pungkas Budi. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑