Fenomena Konjungsi Bulan dan Saturnus 9 Juli 2026: Cara Melihatnya

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
 Cara Melihatnya Fenomena astronomi konjungsi Bulan dan Saturnus hiasi langit malam ini, 9 Juli 2026.(Dok. Nasa)

FENOMENA astronomi menarik bakal menghiasi langit malam hingga awal hari ini, Kamis (9/7). Bulan dan planet Saturnus dijadwalkan tampak berada dalam posisi berdekatan alias mengalami kejadian konjungsi jika diamati dari Bumi.

Peristiwa konjungsi ini merupakan kondisi di mana dua barang langit terlihat berada pada garis bujur ekliptika nan sama alias tampak sangat dekat dari perspektif pandang pengamat di Bumi. Meski terlihat berdampingan, secara bentuk kedua objek ini tetap berada pada jalur orbit masing-masing dengan jarak nan sangat jauh.

Berdasarkan pedoman pengamatan langit dari NASA untuk periode Juli 2026, Saturnus nan merupakan planet terbesar kedua di Tata Surya bakal muncul sebagai titik sinar terang di sekitar Bulan. Cahaya Bulan nan dominan bakal memudahkan masyarakat awam untuk mengidentifikasi posisi planet bercincin tersebut tanpa perangkat bantu nan rumit.

Secara ilmiah, kejadian ini terjadi akibat perbedaan kecepatan orbit. Bulan hanya memerlukan waktu sekitar satu bulan untuk mengelilingi Bumi, sementara Saturnus memerlukan waktu nyaris 30 tahun untuk menyelesaikan satu kali revolusi terhadap Matahari. Pertemuan visual ini terjadi saat keduanya berada dalam satu arah pandang nan sama dari permukaan Bumi.

Bagi masyarakat nan mau menyaksikan kejadian ini, pengamatan dapat dilakukan dengan mata bugil asalkan kondisi cuaca cerah dan minim polusi cahaya. Pengamat disarankan mencari letak dengan pandangan terbuka ke arah langit tanpa terhalang gedung tinggi alias pepohonan.

Meski dapat dilihat langsung, penggunaan perangkat bantu seperti teropong alias teleskop mini sangat direkomendasikan bagi mereka nan mau memandang perincian lebih jelas. Dengan support optik, karakter unik Saturnus berupa sistem cincinnya dapat terlihat lebih nyata dibandingkan hanya dengan mata telanjang.

Fenomena konjungsi seperti ini rutin dipantau oleh para astronom lantaran menjadi sarana edukasi nan efektif bagi publik untuk mengenal objek-objek Tata Surya. Selain menawarkan pemandangan nan indah, peristiwa ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap pengetahuan astronomi dan sains antariksa. (NASA/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia