
ESDM menemukan aktivitas penambangan tanpa izin (PETI) di wilayah Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku. (Foto: Okezone.com/ESDM)
JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum ESDM (Ditjen Gakkum ESDM) menemukan aktivitas penambangan tanpa izin (PETI) di wilayah Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku. Dari hasil inspeksi mendadak (sidak) di lapangan, sedikitnya 26 orang ditetapkan sebagai tersangka.
Para tersangka diduga berkedudukan dalam mendukung aktivitas operasional PETI, mulai dari pembangunan akses jalan tambang, pembuatan kolam penampungan dan akomodasi pengolahan, pendirian laboratorium pengolahan alias penyulingan emas, aktivitas pengolahan, hingga pembangunan sarana pendukung lainnya.
“Kami juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat nan telah melaporkan adanya aktivitas PETI di Gunung Botak sehingga kami dapat menindaklanjutinya dengan proses penegakan hukum,” ujar Direktur Jenderal Penegakan Hukum ESDM Jeffri Huwae, Jumat (26/6/2026).
Dari total 26 tersangka tersebut, dua orang merupakan penduduk negara Indonesia (WNI) dan 24 lainnya penduduk negara asing (WNA). Saat ini, satu WNI telah ditahan di Rumah Tahanan Bareskrim Polri, satu WNI belum ditahan, 12 WNA ditahan di Rutan Ambon, sementara 12 WNA lainnya berada di luar wilayah norma Indonesia dan telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).
Jeffri menjelaskan para tersangka disangkakan melanggar Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, sebagaimana terakhir diubah dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara juncto Pasal 20 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·