
Asap keluar dari Gunung Etna di Sisilia, Italia, Juni 2025. (Foto: AP)
CATANIA - Erupsi berkepanjangan dari Gunung Berapi Etna telah memicu gangguan penerbangan terparah di Sisilia dalam dua dekade. Krisis ini menyebabkan ratusan penerbangan dibatalkan dan ribuan orang terlantar di tengah puncak musim liburan musim panas.
Etna, gunung berapi tertinggi dan paling aktif di Eropa, telah meletus terus-menerus sejak 6 Agustus, memuntahkan pancuran lava, aliran lava baru, dan emisi abu nan tak kunjung reda. Para mahir memperkirakan aktivitas ini dapat berjalan berminggu-minggu alias apalagi berbulan-bulan.
Abu vulkanik menjadi penyebab gangguan terbesar, di mana perubahan arah angin membawanya menuju Bandara Catania-Fontanarossa, nan terletak sekitar 30 km di selatan Etna. Pada Selasa (18/8/2026) pihak airport memperpanjang pembatasan akibat "aktivitas erupsi Etna dan emisi abu vulkanik nan terjadi secara bersamaan," nan membatasi jumlah kehadiran hingga sepuluh penerbangan per jam. Dalam beberapa hari terakhir, pemisah tersebut apalagi turun menjadi lima penerbangan lantaran perubahan arah angin berulang kali memaksa dilakukannya revisi agenda demi mematuhi prosedur keselamatan.
Catania adalah airport tersibuk di Sisilia dan keenam tersibuk di Italia. Operatornya, Società Aeroporti Catania (SAC), menyebut gangguan ini sebagai "situasi darurat tersulit dalam 20 tahun terakhir". Menurut SAC, antara tanggal 6 dan 12 Agustus, 36% dari sekitar 1.974 agenda kehadiran dibatalkan, sementara sekitar 630 penerbangan masuk dialihkan. Hingga 13 Agustus, nyaris 800 penerbangan telah dibatalkan, sehingga mengganggu perjalanan puluhan ribu penumpang.
Erupsi nan sedang berjalan ini tergolong spesial lantaran durasinya nan panjang. Salvo Gambino, kepala Observatorium Etna di Institut Nasional Geofisika dan Vulkanologi (INGV) Italia, mengatakan bahwa aktivitas serupa biasanya hanya berjalan selama beberapa jam hingga separuh hari.
"Dalam kasus ini, kita menyaksikan... aktivitas nan terus-menerus selama berhari-hari. Fenomena serupa pernah terjadi pada akhir tahun 1970-an," ujar Gambino kepada Euronews.
44 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·