Ketum PSSI Erick Thohir.(Dok. Antara)
MIMPI memandang Timnas Indonesia berkompetensi di panggung Piala Dunia mungkin tetap terasa sebagai khayalan besar bagi sebagian pihak. Namun, bagi Federasi Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), angan tersebut tengah diupayakan menjadi realita melalui penguatan fondasi pembinaan golongan umur.
Ketua Umum PSSI nan juga menjabat sebagai Menpora RI, Erick Thohir, memberikan pandangan realistis namun optimistis saat meninjau Festival Grassroot U-10 dan U-12 Piala Presiden di JEC Soccer Field, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (8/7). Menurutnya, angan saja tidak cukup untuk membawa Indonesia ke level dunia.
“Ya, kita bermohon sama-sama. Tapi bermohon tidak cukup, kudu juga berjuang dalam keseharian,” tegas Erick menanggapi angan publik mengenai partisipasi Indonesia di Piala Dunia.
Kompetisi Berjenjang sebagai Kunci
Erick menjelaskan bahwa "perjuangan keseharian" nan dimaksud adalah komitmen untuk terus mematangkan kejuaraan di level akar rumput. PSSI meyakini bahwa stok pemain berbobot tidak bakal muncul secara instan, melainkan kudu lahir dari sistem pembinaan nan konsisten dan terstruktur dari bawah.
Dalam tiga tahun terakhir, fondasi tersebut mulai diperkuat melalui beragam kejuaraan berjenjang, mulai dari Piala Soeratin, Piala Pertiwi, hingga pagelaran grassroot. Langkah ini diambil untuk memastikan transisi pemain dari satu level usia ke level berikutnya melangkah mulus.
Peluang di Piala Dunia U-15 Azerbaijan
Momentum pembinaan ini menjadi kian krusial seiring rencana FIFA menyelenggarakan jenis perdana Piala Dunia U-15 di Azerbaijan pada 22-31 Oktober mendatang. Menariknya, pada jenis perdana ini, FIFA membuka kesempatan bagi seluruh asosiasi personil untuk berperan-serta tanpa melalui jalur kualifikasi nan rumit.
Festival di Yogyakarta pun dimanfaatkan PSSI sebagai arena pemantauan talenta untuk menjaring pemain potensial nan siap dipromosikan ke level internasional. Erick apalagi membuka kesempatan bagi pemain nan menonjol untuk melompat ke kategori usia di atasnya.
"Enggak menutup kemungkinan ada satu alias dua pemain U-12 nan bisa bermain di U-15 jika perkembangannya pesat,” ujar Erick optimistis.
Fokus Terdekat: ASEAN Championship 2026
Meski mempunyai visi jangka panjang menuju panggung dunia, Erick Thohir tetap mengingatkan pentingnya meraih prestasi secara bertahap. Ia menekankan bahwa Timnas Indonesia kudu melewati ujian di level regional terlebih dulu sebelum bermimpi lebih jauh.
Target terdekat nan menjadi konsentrasi utama adalah ASEAN Championship 2026 alias nan sebelumnya dikenal sebagai Piala AFF. “Kita konsentrasi AFF dulu, ASEAN dulu, ya,” pungkasnya, menekankan pentingnya langkah-langkah mini nan realistis menuju prestasi besar. (H-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·