Enam Cara Reset Sistem Saraf untuk Atasi Stres Kronis

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Enam Cara Reset Sistem Saraf untuk Atasi Stres Kronis Ilustrasi.(Magnific)

SISTEM saraf sekarang menjadi topik hangat dalam industri kesehatan. Mulai dari terapi kontras, latihan somatik, hingga tren viral low cortisol morning--konsep nan mengutamakan seni memperlambat ritme hidup--muncul sebagai solusi untuk meredam tingkat stres nan kian melonjak. Berdasarkan info Mental Health Foundation tahun 2025, sebanyak 74 persen orang dewasa merasa tertekan oleh stres.

Namun, upaya untuk menjadi terlalu produktif dalam mengelola stres justru bisa menjadi bumerang. "Banyak orang mencoba merawat sistem saraf mereka dengan daya nan sama nan membikin mereka kewalahan sejak awal," jelas Nahid de Belgeonne, master strategi sistem saraf. Menurutnya, sistem saraf tidak merespons tekanan nan disamarkan sebagai perawatan diri (self-care).

Memahami Sistem Saraf: Pusat Komando Tubuh

Sistem saraf adalah pusat komando utama nan mengirimkan pesan dari otak ke seluruh tubuh. Ia terus-menerus mengumpulkan info dari lingkungan internal dan eksternal untuk menentukan apakah tubuh kudu bersiap, melindungi diri, alias merasa aman.

Masalah muncul ketika tubuh terjebak dalam siklus stres akibat tekanan terus-menerus. Tanda-tanda sistem saraf nan tidak teregulasi (disregulasi) meliputi susah beristirahat, napas pendek, ketegangan pada rahang alias bahu, hingga gangguan tidur. Untuk mengatasinya, kita perlu memindahkan tubuh dari mode fight-or-flight (simpatik) ke mode rest-and-digest (parasimpatik).

6 Metode Efektif Mengatur Ulang Sistem Saraf:

  1. Fokus pada Satu Hal (Single-tasking): Hindari melakukan banyak perihal sekaligus. Cobalah melangkah tanpa mendengarkan musik, makan tanpa gawai, alias menonton movie tanpa menggulir media sosial.
  2. Prioritaskan Keheningan: Ciptakan momen keheningan sensorik seperti pencahayaan nan redup, aroma nan menenangkan, alias mandi air hangat untuk memberi izin pada tubuh untuk melunak.
  3. Bernapas Perlahan: Gunakan metode pernapasan 4-6 (tarik napas 4 detik, buang napas 6 detik). Eksalasi nan panjang adalah langkah tercepat mengaktifkan sistem parasimpatik.
  4. Terapi Kontras: Paparan dingin singkat nan terkontrol dapat merangsang saraf vagus, sementara paparan panas mendukung sirkulasi dan relaksasi.
  5. Bersenandung (Humming): Getaran dari bunyi senandung terbukti secara ilmiah merangsang saraf vagus dan membantu menurunkan tingkat stres.
  6. Koneksi Sosial: Menghabiskan waktu berbareng orang terkasih memicu pelepasan hormon oksitosin nan mempromosikan rasa kondusif dan mematikan respons stres.

Kunci utama dari regulasi sistem saraf bukanlah tentang menyempurnakan rutinitas alias peningkatan diri nan kompetitif, melainkan tentang membangun hubungan nan lebih berkepanjangan dengan kecepatan hidup, istirahat, dan tekanan. (Harper's Bazaar/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia