Jakarta -
Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN Eddy Soeparno menyampaikan ucapan selamat kepada KH Miftachul Akhyar nan kembali terpilih sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Eddy juga menyampaikan ucapan selamat kepada KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) nan terpilih sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026-2031.
Eddy berambisi kepemimpinan PBNU dapat membawa NU semakin kuat untuk terus menjawab beragam tantangan kebangsaan. Tantangan tersebut termasuk krisis lingkungan dan daya nan semakin nyata dirasakan masyarakat.
"Saya mengucapkan selamat kepada KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz sebagai Ketua Umum PBNU terpilih. Semoga amanah dalam memimpin Nahdlatul Ulama dan terus membawa NU menjadi kekuatan moral, sosial, dan keumatan nan terus memberikan solusi bagi persoalan bangsa," ujar Eddy dalam keterangan tertulis, Senin (31/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai Pimpinan MPR, Eddy membujuk NU untuk bersama-sama membangun kerjasama untuk membangun ketahanan energi. Ajakan ini juga mencakup percepatan transisi menuju daya bersih serta pemenuhan petunjuk konstitusi untuk lingkungan nan bersih dan sehat sebagai kewenangan masyarakat.
"Saya membujuk mari bekerja-sama untuk mewujudkan ketahanan daya dan transisi menuju daya terbarukan sebagai bagian dari visi Presiden Prabowo sekaligus urgensi dakwah ekologis. Transisi daya kudu menjadi jalan menuju kedaulatan energi, sehingga Indonesia bisa memenuhi kebutuhan energinya sendiri dengan sumber daya nan kita miliki," ungkapnya.
Ia menegaskan ketahanan daya memerlukan aktivitas sosial nan luas, bukan hanya kebijakan pemerintah dan izin di parlemen. Dalam konteks ini, NU dinilai mempunyai posisi nan sangat strategis lantaran mempunyai jaringan pesantren, ulama, dai, lembaga pendidikan, hingga organisasi nan berakar kuat di tengah masyarakat.
Eddy meyakini PBNU bakal memperluas aktivitas lingkungan melalui jaringan pesantren dan organisasi NU. Menurutnya, pesantren dapat menjadi contoh nyata penerapan style hidup ramah lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah, efisiensi energi, dan pemanfaatan daya surya, hingga konservasi air dan pengembangan ekonomi hijau berbasis komunitas.
"Saya membayangkan pesantren-pesantren NU dapat menjadi role model pesantren hijau nan bersih, berdikari energi, bisa mengelola sampah, dan menggunakan teknologi daya terbarukan. Dari pesantren, aktivitas ini kemudian menyebar ke masyarakat," tuturnya.
"Kita mau mewariskan kepada generasi berikutnya bukan hanya Indonesia nan ekonominya tumbuh, tetapi Indonesia nan energinya berdaulat, udaranya bersih, lingkungannya terjaga, dan pembangunan ekonominya betul-betul berkelanjutan," pungkas Eddy.
(anl/ega)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·