Duta Besar China untuk Indonesia, Wang Lutong, mengatakan terdapat kesempatan kerja sama China dan Indonesia untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Katanya, dia baru saja berjumpa dengan perusahaan teknologi China, Tencent, nan memaparkan sejumlah penemuan untuk mendukung program makan cuma-cuma di sekolah.
“Kita (RI dan China) bisa saling belajar satu sama lain. Kemarin saya baru berjumpa dengan sebuah perusahaan China, Tencent,” kata Wang saat ditemui di sela aktivitas FPCI China-Indonesia Think Thank and Media Forum di Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Rabu (24/6).
Katanya, Tencent tengah mengembangkan perangkat digital nan memungkinkan siswa melakukan registrasi saat memasuki sekolah. Melalui sistem itu, pihak sekolah maupun dapur penyedia makanan dapat mengetahui jumlah siswa nan datang sehingga pengedaran makanan dapat disesuaikan dengan jumlah penerima pada hari tersebut.
“Jadi saya memahami bahwa beberapa program perusahaan China juga mendukung program makan cuma-cuma ini dengan beragam langkah nan mereka bisa lakukan,” ucap Wang.
Oleh lantaran itu, Wang berambisi program MBG di Indonesia dapat melangkah dengan baik. “Kami berambisi program (MBG) ini dapat melangkah dengan baik,” sebutnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengeklaim banyak negara mau belajar program MBG. Menurut Prabowo, banyak tamu negara nan datang untuk belajar program prioritasnya tersebut.
“Banyak kunjungan dari pimpinan-pimpinan negara lain, mereka bilang salah satu nan mereka mau belajar dari kita adalah makan bergizi,” ujar Prabowo membuka sidang kabinet, dikutip Rabu (24/6).
Prabowo menuturkan, negara-negara tersebut menganggap Indonesia sebagai negara nan paling serius dalam menangani masalah gizi anak-anak ini.
“Padahal kita baru mulai, mereka menganggap bahwa kita salah satu nan paling serius dan paling besar upaya kita menangani ini. Kemudian salah satu nan luar biasa juga, kita berani meluncurkan badan pengelola investasi dan antara Indonesia," sambung Prabowo.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·