Drama Cancel di Hammersonic 2026, Ini Alasan Musisi Batal Tampil

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
My Chemical Romance tampil di Hammersonic 2026. Foto: Instagram/ @hammersonicfest

Festival musik di Indonesia tetap menggeliat tahun ini. Salah satunya Hammersonic 2026 nan digelar pada 2-3 Mei di NICE, PIK 2, Tangerang. Namun, di kembali hype gede, sempat ada drama nan bikin sejumlah penonton kecewa.

Awalnya, ekspektasi publik terhadap penyelenggaraan Hammersonic 2026 melambung tinggi pas My Chemical Romance (MCR) diumumkan sebagai salah satu penampil. Buat banyak orang ini tentu berita menyenangkan lantaran bisa memandang langsung penampilan Gerard Way dan kawan-kawan. Jadi, momen nostalgia juga pastinya.

Sayangnya, MCR batal tampil di Hammersonic 2026 lantaran penundaan agenda tur Asia Tenggara. Tapi sebagai gantinya, mereka bakal gelar konser sendiri di Jakarta pada 22 November mendatang.

Ravel Entertainment sebagai promotor Hammersonic langsung mobilitas sigap cari pengganti MCR. New Found Glory sempat masuk line-up dan dijadwalkan tampil pada 3 Mei 2026, tanggal nan sebelumnya diisi MCR.

Tapi berita enggak menyenangkan datang lagi. New Found Glory juga batal tampil di Hammersonic 2026 lantaran kondisi di luar kendali. Pengumuman itu mereka sampaikan langsung lewat Instagram.

Panggung Hammersonic Festival 2026. Foto: Dok. Istimewa

Enggak hanya New Found Glory, The Story So Far juga ikut cancel tampil di Hammersonic 2026. Sebagai gantinya, Ravel Entertainment menghadirkan Dashboard Confessional, Ellegarden, dan Malevolence.

Chief Buzz Office Ravel Entertainment, Bella Kanigara, mengatakan pembatalan itu dikarenakan situasi dunia nan memengaruhi mobilitas artis internasional.

"Dalam case Hammersonic kemarin, pembatalan terjadi lantaran gangguan penerbangan dan kondisi geopolitik nan membikin beberapa band tidak bisa sampai ke Indonesia tepat waktu," kata Bella kepada kumparan.

Jadi, pembatalan itu enggak semata lantaran artis alias promotor enggak profesional. Tapi, memang ada kondisi di luar kendali semua pihak. Meski begitu, Ravel Entertainment tetap berupaya memberikan nan terbaik buat para Hammerhead--sebutan untuk fans Hammersonic.

"Kami terus berkomitmen untuk tetap memberikan pengalaman nan terbaik untuk para Hammerhead," ucap Bella.

Pengamat musik Aldo Sianturi. Foto: Dok. Istimewa

Alasan Musisi Mancanegara Membatalkan Penampilan di Indonesia

Jadi, kenapa sih musisi mancanegara cancel penampilan di Indonesia? Kalau menurut pengamat musik Aldo Sianturi, itu bukan soal “mood artis” alias drama semata. Tapi ada perihal nan lebih kompleks.

“Akar masalahnya bukan ‘mood artis’, tapi kombinasi akibat finansial dan operasional,” kata Aldo kepada kumparan.

Aldo mengatakan tetap banyak promotor nan struggle jaga cash flow, mulai dari keterlambatan pembayaran hingga penjualan tiket nan enggak sesuai ekspektasi.

Selain itu, Indonesia kadang enggak masuk dalam rute tur global. Banyak musisi internasional nan lebih memilih Tokyo, Seoul, dan Singapura. Bukan lantaran di sini enggak ada fans, tapi Indonesia sering dianggap kurang efisien dari sisi logistik. “Indonesia sering ‘loncat’ dari rute Asia,” ucap Aldo.

Biaya produksi nan makin mahal lantaran nilai avtur, logistik, dan asuransi meningkat akibat dari situasi global. Akhirnya, musisi jadi lebih selektif buat memilih letak tampil.

“Artis lebih memilih cancel daripada tampil dengan setup yang tidak sesuai standar global. Di level global, artis sekarang dikelola seperti aset korporasi, bukan sekadar performer,” tutur Aldo.

Hammersonic 2026 di NICE PIK 2, Tangerang, Sabtu (2/5/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Jadi, siapa nan paling kena akibat imbas musisi batal tampil? Jawabannya: semua. Aldo bilang, dari sisi promotor, mereka kudu menanggung refund dan kerugian dari biaya produksi nan sudah keluar. Promotor juga kehilangan reputasi. Sponsor kehilangan exposure.

Penonton? Mereka mulai kehilangan trust terhadap penyelenggara aktivitas musik. Imbasnya, penonton lebih banyak menunggu sebelum beli tiket.

“Ini sudah masuk fase behavioral shift. Penonton lebih wait and see dan enggak FOMO seperti dulu,” ungkap Aldo.

Berkaca dari kondisi tersebut, Aldo mengatakan, tantangan industri musik sekarang enggak lagi mendatangkan artis, tapi bikin orang percaya untuk membeli tiket.

“Membawa artis itu soal duit dan koneksi. Menjual tiket itu soal market confidence dan ini jauh lebih kompleks,” kata Aldo.

Hammersonic 2026 di NICE PIK 2, Tangerang, Sabtu (2/5/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Pada akhirnya, drama cancel di Hammersonic enggak hanya soal satu festival, tapi ini sudah menyangkut ekosistem. Aldo menyebut prasarana upaya di Indonesia mengenai penyelenggaraan konser belum matang. Padahal, Indonesia besar secara populasi.

“Tapi belum dianggap sebagai premium touring market. Indonesia kalah bukan di demand, tapi di eksekusi bisnis,” ucap Aldo.

Karena itu, Aldo menegaskan, semua pihak kudu mulai berbenah sehingga bisa mendorong para musisi konser ke Indonesia.

“Kalau dibenahi dengan serius Indonesia bisa jadi top 3 touring market di Asia Tenggara, bukan sekadar penonton besar tanpa daya tawar,” kata Aldo.

Hammersonic 2026 di NICE PIK 2, Tangerang, Sabtu (2/5/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Meski sempat diwarnai drama cancel, Hammersonic 2026 tetap bisa menarik para Hammerhead. Penonton tetap antusias datang dan menikmati pertunjukan.

Salah satunya Aros, penonton asal Depok, nan datang ke NICE PIK 2, Tangerang, buat nonton penampilan para musisi di Hammersonic 2026 hari pertama pada 2 Mei lalu.

Aros sempat kecewa saat Hammersonic ngumumin jadi private concert hingga muncul opsi refund. Namun, dia tetap berangkat lantaran merasa nilai tiket sepadan dengan line-up nan ada. Belum tentu juga para musisi nan ada sekarang bisa tampil lagi di kemudian hari.

“Pas nan cancel jadi private concert, jujur agak ‘nyesss’ gitu. Tapi, two day pass Rp 550 ribu, itu pikiranku langsung, ‘Wah, tahun depan enggak bakal keulang’,” kata Aros kepada kumparan.

Drama cancel wave di Hammersonic 2026 mungkin bisa jadi semacam sirine buat penyelenggaraan konser di Indonesia. Keberadaan konser alias pagelaran musik ada pada kepercayaan penonton. Sekarang, jika menurut kalian, sisi apa nan kudu dibenahi dulu biar penyelenggaraan konser alias pagelaran musik bisa melangkah dengan lancar tanpa drama?

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan