DPR: Kapolri Perkuat Ketahanan Pangan Tindaklanjuti Arahan Prabowo

Sedang Trending 43 menit yang lalu

 Kapolri Perkuat Ketahanan Pangan Tindaklanjuti Arahan Prabowo

Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv

JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv, menegaskan, langkah Polri menggelar panen raya sekaligus penanaman bawang putih di Sembalun, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi langkah konkret dalam menindaklanjuti pengarahan Presiden Prabowo Subianto mengenai penguatan ketahanan dan kemandirian pangan nasional.

Rajiv menilai keterlibatan jejeran kepolisian dalam penguatan produksi bawang putih menunjukkan respons sigap Polri dalam mendukung agenda pemerintah di sektor pangan. Terlebih, program tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga memastikan keberlanjutan produksi melalui penanaman kembali.

“Saya mengapresiasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit beserta seluruh jejeran Polda dan Polres nan bergerak sigap merespons cita-cita Presiden mewujudkan ketahanan pangan, khususnya bawang putih,” ujar Rajiv, Kamis (20/8/2026).

“Yang menarik dari aktivitas ini bukan hanya luas lahan nan ditanami, tetapi keahlian Polri menggerakkan kerjasama dengan pemerintah daerah, golongan tani, dan ribuan petani secara serentak di beragam wilayah,” lanjutnya.

Menurut Rajiv, penguatan ketahanan pangan memerlukan langkah nan terukur dan berkelanjutan. Karena itu, penanaman bawang putih secara serentak dinilai menjadi bagian krusial untuk memperluas pedoman produksi, meningkatkan produktivitas petani, menjaga kesinambungan musim tanam, serta memperkuat rantai pasok dari hulu hingga hilir.

“Dari Sembalun, kita memandang contoh konkret. Hari ini ada panen dari 105 hektare dengan potensi sekitar 1.050 ton, tetapi pada saat berbarengan juga dipersiapkan siklus produksi berikutnya melalui penanaman baru seluas 120 hektare. Ini krusial lantaran ketahanan pangan kudu dibangun sebagai proses nan berkelanjutan, bukan sekadar aktivitas seremonial pada satu momentum panen,” kata Rajiv.

Berdasarkan info Divisi Humas Polri, panen di Sembalun tersebut disertai penanaman serentak di 14 wilayah Polda dengan total luas mencapai 279,53 hektare. Lahan tersebut berpotensi menghasilkan nyaris 2.800 ton bawang putih saat memasuki masa panen.

Program tersebut juga melibatkan 2.174 petani dari 110 golongan tani. Rajiv menilai keterlibatan ribuan petani menjadi salah satu aspek strategis dalam membangun ketahanan pangan nasional.

“Angka 2.174 petani nan terlibat dan potensi panen nyaris 2.800 ton bawang putih kudu kita lihat sebagai sesuatu nan sangat penting. Karena tujuan besar ketahanan pangan pada akhirnya bukan sekadar menghasilkan komoditas, tetapi juga memperkuat kapabilitas petani sebagai pelaku utama produksi pangan nasional,” ujarnya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com