DPR Ingatkan Kebutuhan Dasar Warga Terdampak Erupsi Perlu Diperhatikan

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta -

Erupsi Gunung Anak Krakatau berpotensi mengganggu beragam aktivitas masyarakat di wilayah terdampak. Kondisi tersebut perlu diantisipasi dengan memastikan kebutuhan dasar, pelayanan kesehatan, hingga akses support tetap tersedia bagi masyarakat.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Surahman Hidayat mengatakan penanganan akibat erupsi tidak cukup hanya melalui pemantauan aktivitas gunung api dan peringatan dini. Perlindungan masyarakat juga perlu menjadi perhatian, terutama bagi penduduk nan aktivitasnya mulai terganggu akibat dampak erupsi.

"Yang paling krusial adalah masyarakat. Jangan sampai penduduk nan sudah terdampak musibah justru kudu menghadapi persoalan baru lantaran kebutuhan dasar, kesehatan, maupun akses terhadap support tidak terpenuhi," ujar Surahman dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dampak erupsi dapat mempengaruhi beragam aspek kehidupan masyarakat, mulai dari kesehatan, aktivitas ekonomi, pendidikan anak, mobilitas, hingga kondisi sosial keluarga. Karena itu, kebutuhan seperti makanan, air bersih, jasa kesehatan, perlindungan pernapasan, serta kebutuhan unik golongan rentan perlu menjadi bagian dari penanganan.

"Jangan hanya menghitung berapa banyak wilayah nan terkena abu vulkanik. Kita juga kudu memandang berapa banyak family nan aktivitasnya terganggu, siapa nan paling memerlukan bantuan, dan apa nan mereka perlukan agar dapat tetap menjalani kehidupan dengan aman," ungkapnya.

Perhatian unik juga diperlukan bagi golongan rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, penyandang disabilitas, ibu hamil, serta masyarakat nan mempunyai keterbatasan dalam mengakses layanan. Kelompok tersebut dinilai memerlukan perlindungan dan support lebih besar selama kondisi bencana.

Selain kebutuhan dasar, Surahman mendorong adanya langkah lanjutan andaikan akibat erupsi berjalan dalam waktu panjang. Bantuan dan pendampingan kepada masyarakat, menurutnya, perlu diberikan secara berkepanjangan hingga kondisi kehidupan penduduk kembali pulih.

"Bantuan jangan hanya datang pada saat situasi menjadi perhatian publik. Kalau dampaknya berjalan lebih lama, negara kudu memastikan masyarakat tetap mendapatkan pendampingan sampai kondisinya betul-betul pulih," tuturnya.

Sebagai personil Komisi VIII DPR RI nan membidangi urusan sosial dan mempunyai mitra kerja di bagian penanggulangan bencana, Surahman juga menilai koordinasi antara pemerintah pusat dan wilayah perlu diperkuat. Koordinasi tersebut diperlukan agar masyarakat terdampak memperoleh perlindungan dan pelayanan nan layak.

Dia juga meminta info masyarakat terdampak diperbarui secara berkala agar penyaluran support sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan. Menurutnya, info nan jeli krusial untuk memastikan masyarakat nan memerlukan tidak terlewat dalam penyaluran bantuan.

"Data korban dan masyarakat terdampak kudu menjadi dasar dalam mengambil kebijakan. Jangan sampai support tidak tepat sasaran lantaran info tidak diperbarui. Masyarakat nan memerlukan kudu dipastikan menerima haknya," ujarnya.

Dia ini mengungkapkan keprihatinannya terhadap masyarakat nan terdampak bencana. Dirinya pun membujuk masyarakat tetap tenang serta mengikuti info dan pengarahan resmi dari pemerintah maupun petugas kebencanaan. Masyarakat juga diingatkan tidak menyebarluaskan info nan belum terverifikasi guna mencegah kepanikan.

"Bencana adalah ujian bagi kepedulian kita sebagai bangsa. Mari kita datang berbareng masyarakat, membantu mereka nan membutuhkan, dan memastikan saudara-saudara kita nan terdampak tidak merasa sendirian," pungkasnya.

Sebagai info tambahan, erupsi Gunung Anak Krakatau sejak Jumat malam, 4 September 2026, berakibat pada aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah. Sebaran abu vulkanik membikin sejumlah sekolah menerapkan PJJ, sementara masyarakat diimbau menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Di tengah kondisi tersebut, lima gunung api lainnya tercatat berada pada status Siaga, sehingga kewaspadaan dan kesiapsiagaan musibah perlu terus diperkuat.

(prf/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News