Ilustrasi.(Magnific)
TREN pertumbuhan penanammodal dan partisipasi masyarakat pada industri pasar finansial digital di Indonesia terus menunjukkan performa positif. Berdasarkan info Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah penanammodal aset kripto di Tanah Air telah menembus nomor 22,4 juta orang hingga Mei 2026, dengan total nilai transaksi bulanan mencapai Rp23,01 triliun.
Merespons potensi pertumbuhan pasar nan masif tersebut, PT Multikripto Exchange Indonesia (OSL Indonesia), platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) nan terdaftar di OJK, menggelar program pertukaran dan kejuaraan transaksi berjudul OSL Summer Event. Program ini berjalan mulai 17 Juli hingga 6 Agustus 2026.
Inisiatif ini dihadirkan guna meningkatkan keterlibatan pengguna sekaligus mengenalkan fitur transaksi langsung, Quick Trade. Fitur tersebut dirancang untuk mempermudah eksekusi pembelian, penjualan, maupun konversi instrumen aset digital secara real-time selama 24 jam penuh.
Head of Marketing OSL Indonesia, Vincent Salaka, menjelaskan bahwa penguatan sistem transaksi nan mudah diakses merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memberdayakan pengguna dari beragam tingkatan, mulai dari pemula hingga trader aktif.
"Kampanye ini adalah langkah kami merayakan hadirnya OSL Indonesia untuk organisasi kami. Semakin aktif pengguna, semakin besar apresiasi nan diperoleh. Ini sejalan dengan upaya kami untuk memberdayakan setiap pengguna agar bertransaksi dengan percaya diri tanpa hambatan," ujar Vincent dalam keterangannya, Selasa (28/7/2026).
Skema program ini menerapkan sistem capaian berjenjang berasas total akumulasi volume transaksi pengguna. OSL Indonesia menawarkan beragam apresiasi berbasis instrumen stablecoin USDGO hingga bingkisan utama berupa perjalanan wisata. Seluruh aktivitas transaksi nan terintegrasi pada sistem Quick Trade secara otomatis bakal masuk dalam kalkulasi tanpa memerlukan proses pendaftaran terpisah.
Melalui dorongan penemuan platform dan kepastian izin dari otoritas terkait, sektor industri aset finansial digital diharapkan dapat terus tumbuh secara inklusif, aman, serta akuntabel bagi ekosistem investasi nasional. (I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·